Kompas.com - 21/01/2017, 10:43 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Qualcomm kembali digugat. Kali ini, gugatan dilayangkan oleh Apple yang merasa dirugikan oleh cara raksasa chipset mobile itu menerapkan biaya lisensi.

Apple menuduh Qualcomm telah bertindak curang. Apple menganggap biaya lisensi teknologi seluler dasar yang dipatok oleh Qualcomm jauh lebih mahal dari seharusnya.

Qualcomm memang memiliki hak atas lisensi teknologi seluler dasar karena turut berperan dalam pengembangannya di masa lalu.

“Selama bertahun-tahun Qualcomm telah bersikap curang dalam menetapkan biaya lisensi teknologi yang sebenarnya bukan milik mereka. Setiap kali Apple menemukan fitur baru, seperti TouchID atau kamera, maka mereka akan menaikkan tarif lisensinya,” tulis surat keberatan resmi Apple.

“Qualcomm memaksa kami membayar setidaknya lima kali lebih mahal dibandingkan tarif lisensi seluler yang biasa dikenakan para pemilik lisensi lainnya,” imbuhnya.

Baca: Dianggap Curang, Qualcomm Kena Denda Rp 11,5 Triliun

Selain itu, sebagaimana dilansir KompasTekno dari GSM Arena, Sabtu (21/1/2017), Apple juga menuding Qualcomm menahan uang sebesar 1 miliar dollar AS atau setara Rp 13,4 triliun. Padahal uang tersebut merupakan hak Apple, yang mestinya dibayarkan oleh Qualcomm.

Penahanan dana tersebut terjadi pasca Apple mulai bekerja sama dengan Korea Fair Trade Commission (KFTC) dalam penyelidikan kasus tindakan anti-kompetisi yang diduga dilakukan oleh Qualcomm.

Dalam gugatan tersebut, Apple tidak menjelaskan secara rinci mengenai kerugian yang dideritanya. Namun perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook itu meminta ganti rugi sekitar 1 miliar dollar AS atau setara Rp 13,4 triliun pada Qualcomm.

Qualcomm sendiri sebelumnya sudah digugat di berbagai negara besar teknologi, termasuk China, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Baca: China, Korea Selatan, dan AS Berbondong-bondong Tuntut Qualcomm

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber GSM Arena

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.