Kompas.com - 25/01/2017, 14:15 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Belakangan ini, Galaxy S8 digadang-gadang bakal dirilis di ajang Mobile World Congress 2017 pada penghujung Februari mendatang. Prediksi itu dibuat karena Samsung memang biasanya merilis Galaxy S di ajang tersebut.

Akan tetapi, pernyataan dari Dong-jin Koh, Mobile Chief Samsung, mematahkan prediksi tersebut. Di hadapan wartawan, Koh membeberkan Galaxy S8 tidak akan diperkenalkan di ajang tersebut.

Sayangnya, Koh enggan membocorkan kapan tepatnya perangkat penerus Galaxy S7 itu akan diperkenalkan. Rumor yang beredar baru-baru ini mengatakan bahwa Galaxy S8 rencananya akan dikenalkan Samsung pada 29 Maret, dan mulai dijual pada awal April 2017.

Baca: Inikah Tanggal Peluncuran Galaxy S8?

Koh sendiri menyatakan bahwa Samsung sudah belajar banyak dari kesalahan yang terjadi di Galaxy Note 7. Perusahaan dikatakan bakal bekerja keras untuk mengembalikan kepercayaan dari para pelanggan.

"Pelajaran dari insiden ini direfleksikan secara mendalam dalam kultur dan proses kami," tutur Koh, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Reuters, Rabu (25/1/2017).

"Samsung Electronics akan bekerja keras untuk mendapatkan kembali kepercayaan pelanggan," imbuhnya.

Sumber masalah Galaxy Note 7

Samsung akhirnya mengumumkan penyebab Galaxy Note 7 mudah panas dan berisiko meledak. Penjabarannya berdasarkan hasil investigasi selama berbulan-bulan. Ternyata, sumber masalah pada flagship itu berasal dari dua hal berbeda di dua baterai yang dirancang.

Pertama, baterai memiliki kelemahan desain di pojok kanan atas yang menimbulkan korsleting. Casing eksternal baterai juga dinilai terlalu kecil untuk komponen yang ada di dalamnya.

Akibatnya, elektroda baterai yang ada di dalamnya mengalami pembengkokan dan posisi ujung elektroda negatif menekan pojok kanan atas casing baterai. Masalah baterai yang pertama membuat Samsung menarik Galaxy Note 7 untuk sementara dari pasaran pada September 2016.

Lantas, pada akhir September, Galaxy Note 7 yang baru kembali dipasarkan. Sayangnya versi baru tak lebih baik dari versi pertama. Masalahnya bukan lagi pada desain, namun proses manufaktur yang terlalu terburu-buru. Baterai mudah terbakar karena ada cacat dalam proses pengelasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.