Pemerintah China Melarang Keras Pemakaian VPN

Kompas.com - 26/01/2017, 14:40 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - China memblokir akses ke sejumlah layanan online terkenal seperti Twitter, Facebook, YouTube, dan banyak lagi. Selama ini netizen di Negeri Panda mengandalkan layanan virtual private network (VPN) untuk menembus pemblokiran.

Namun, hal tersebut bakal makin sulit dilakukan karena pemerintah China belakangan menyerang para penyedia jasa VPN dengan mengharuskan mereka memperoleh sertifikasi untuk dapat beroperasi. Pemakaian VPN tanpa izin juga dilarang.

Dengan kata lain, sebagian besar layanan VPN yang beroperasi di China saat ini tiba-tiba berstatus ilegal, setidaknya sebelum mereka berhasil mendapatkan sertifikasi dari pemerintah.

Pernyataan yang dirilis Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China menyebutkan bahwa kebijakan tersebut segera berlaku efektif, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari South China Morning Post, Kamis (26/1/2017).

Pemerintah China berencana melakukan aksi “razia” dengan membidik para penyedia VPN selama setahun ke depan, hingga Maret 2018.

Masih belum jelas betul bagaimana implementasi kebijakan tersebut nantinya. Sebelum ini pun, perusahaan internet di China sudah diregulasi secara ketat, termasuk para penyedia VPN yang kerap menjadi sasaran razia pemerintah.

Terakhir, pada Maret 2016, pemerintah China memblokir sejumlah layanan VPN saat berlangsungnya National People’s Congress di Beijing. Ketika itu banyak pengguna yang mengeluhkan tak bisa memakai layanan VPN selama hitungan hari hingga seminggu.

Dikenal dengan nama “Great Firewall”, penyensoran internet oleh pemerintah China antara lain dilakukan dengan memblokir 135 dari 1.000 situs terpopuler di dunia, termaasuk nama-nama beken di atas.

Walhasil, netizen di sana terpaksa mengandalkan VPN untuk menembus blokir. Para penyedia VPN sendiri selama ini beroperasi secara kucing-kucingan untuk menghindari razia pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.