Imigrasi AS Periksa Isi Facebook Imigran di Perbatasan

Kompas.com - 30/01/2017, 10:41 WIB
Presiden AS Donald Trump menandatangani sejumlah dokumen perintah eksekutifnya di Ruang Oval, Gedung Putih, disaksikan wakil presiden Mike Pence. JIM WATSON / AFPPresiden AS Donald Trump menandatangani sejumlah dokumen perintah eksekutifnya di Ruang Oval, Gedung Putih, disaksikan wakil presiden Mike Pence.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Para imigran dari negara tertentu yang ingin masuk ke Amerika Serikat (AS) dikenakan syarat tambahan, yakni memperlihatkan isi Facebook mereka pada petugas perbatasan.

Hal ini sebagaimana dilansir KompasTekno dari Cnet, Senin (30/1/2017), diketahui berdasarkan informasi dari salah satu anggota American Immigration Lawyer Association, Mana Yegani.

Menurutnya, imigrasi AS sedang mempertimbangkan untuk memberi izin masuk pada para imigran pemegang kartu hijau (green card). Namun, izin masuk tersebut tidak diberikan secara merata, melainkan berdasarkan kasus per kasus.

Sebelum diberi izin masuk, para imigran diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan dan menunjukkan akun Facebook-nya. Yegani mengatakan, salah satu topik yang ditanyakan adalah mengenai pandangan politik imigran tersebut.

Baca: Imigrasi AS Kini Juga Periksa Akun Medsos

“Petugas imigrasi AS memberikan izin masuk pada pemilik kartu hijau berdasarkan kasus per kasus -dengan terlebih dulu menanyakan soal pandangan politik, mengecek posting-an Facebook, dan lainnya,” kicau Yegani melalui akun Twitter miliknya.

Sementara itu, menurut Yegani, para pengacara lain dari asosiasinya juga melaporkan bahwa ada juga imigran tertentu yang melalui proses pengecekan ponsel. Pengecekan tersebut dilakukan oleh petugas imigrasi saat sang imigran sedang dalam proses interogasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, Predisen AS Donald Trump mengeluarkan larangan masuk terhadap imigran dari tujuh negara, yakni Suriah, Irak, Iran, Sudan, Somalia, Yaman, serta Libya.

Pasca larangan itu berlaku, banyak orang yang kesulitan masuk dan terjebak di perbatasan. Padahal di antara mereka banyak juga yang sudah mengantongi kartu hijau atau izin untuk tinggal.

Aturan itu pun mendapat tentangan dan komentar dari berbagai pihak, beberapa di antaranya disuarakan oleh bos besar perusahaan teknologi, sepeti Uber, Google, Airbnb dan sebagainya.

Baca: Reaksi Bos-bos Perusahaan Teknologi AS Setelah Trump Serukan Anti-imigran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.