Pusat Riset Grab Dibangun di Jakarta Tahun Ini

Kompas.com - 02/02/2017, 15:02 WIB
GrabTaxi kini berubah nama menjadi Grab. Selain itu, logo aplikasi ini juga berubah. Jessi CarinaGrabTaxi kini berubah nama menjadi Grab. Selain itu, logo aplikasi ini juga berubah.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Lewat sebuah acara yang digelar di Jakarta, Kamis (2/2/2017), Grab menyatakan komitmennya untuk menginvestasikan modal sebesar 700 juta dollar AS (sekitar Rp 9,3 triliun) di Indonesia dalam jangka waktu empat tahun.

Pendiri sekaligus CEO Grab, Anthony Tan menyebutkan bahwa Komitmen tersebut merupakan wujud dukungan Grab terhadap rencana Indonesia menjadi ekonomig digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Lebih lanjut, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan bahwa realisasi komitmen investasi itu kan mulai terwujud pada tahun ini melalui pembangunan pusat riset dan pengembangan (R&D center) di Indonesia.

"R&D Center akan mulai dibangun sesegera mungkin. Mulainya tahun ini, kuartal ini," sebut Ridzki ketika ditemui KompasTekno usai acara. Pusat riset Grab rencananya akan dibangun di Jakarta, namun Ridzki menyebutkan bahwa pihaknya masih belum menentukan di mana lokasi persisnya.

Selain pusat riset, Ridzki turut menyebutkan bahwa Grab turut berencana mempekerjakan tenaga ahli berupa engineer yang juga diambil dari Tanah Air. "Dalam waktu dua tahun, kami targetkan bisa merekrut 150 orang engineer di Indonesia," imbuhnya.

Di luar Jawa

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyambut baik rencana Grab membangun pusat riset di Indonesia. Menyusul Apple yang sebelumnya telah lebih dulu mengumumkan komitmen serupa, dia berharap pembangungan R&D center akan menjadi "tren" di kalangan perusahaan teknologi asing yang beroperasi di Indonesia.

Rudiantara turut menganjurkan Grab agar mempertimbangkan lokasi di luar pulau Jawa apabila berminat membangun pusat riset kedua setelah di Jakarta. Hal tersebut, menurut dia, akan membantu pemerataan teknologi agar tak melulu berpusat di Jawa dan Jakarta.

"Indonesia ini bukan cuma Jawa. Kita juga punya talenta di Indonesia bagian Timur, misalnya," kata Rudiantara.

Menanggapi usulan dari Rudiantara tersebut, Ridzki menyatakan pihaknya mengerti concern dari pemerintah soal pemerataan teknologi.

"Tentunya yang kita sudah commit adalah di Jakarta. Tapi tadi ada saran dari Pak Rudiantara soal membangun (pusat riset) di luar Jawa. Tentu kami mengerti dan akan dipertimbangkan," pungkas Ridzki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X