Medali Olimpiade Tokyo 2020 Terbuat dari Limbah "Smartphone"

Kompas.com - 02/02/2017, 20:10 WIB
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berfoto dengan medali emas Olimpiade Rio yang dimenangi setelah mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying Goh, 21-14, 21-12, pada laga final di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, (17/8/2016). GOH CHAI HIN/AFP PHOTOPasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berfoto dengan medali emas Olimpiade Rio yang dimenangi setelah mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying Goh, 21-14, 21-12, pada laga final di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, (17/8/2016).
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com — Panitia pelaksana Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, bakal mendaur ulang smartphone bekas menjadi medali untuk para pemenang. Inisiatif seperti ini sejatinya pernah dilakukan pada Olimpiade Musim Dingin 2010 di Vancouver, Kanada.

Kala itu, hanya beberapa medali pemenang yang dibuat dari proses daur ulang papan sirkuit. Nah, pada Olimpiade 2020, 100 persen medali emas untuk pemenang bakal berbahan dasar smartphone yang didaur ulang.

"Saya pikir ada pesan yang penting atas gerakan ini untuk generasi masa depan," kata pesenam Kohei Uchimura. Ia sudah tiga kali memenangi medali emas dalam Olimpiade.

Baca: Mau Diapakan Jutaan Sampah Galaxy Note 7 yang Tidak Terjual?

Panitia pelaksana Olimpiade berharap dapat memproduksi 5.000 medali dari delapan ton logam pada smartphone bekas. Adapun jumlah smartphone bekas yang dibutuhkan berkisar 2.400 unit.

Menurut mantan atlet Amerika Serikat, Ashton Eaton, medali yang terpampang di leher pemenang Olimpiade selalu menorehkan kebanggaan tersendiri. Sebab, medali itu merupakan pengakuan atas kerja keras yang tak mudah.

"Ketika atlet di Tokyo memenangi medali, kebanggaan tak berasal pada emas, perak, atau perunggu. Kebanggaan terletak pada jati diri bangsa," ia menuturkan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Kamis (2/2/2017), dari Mashable.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Olimpiade Musim Panas baru saja diadakan pada 2016 lalu di Rio de Janeiro, Brasil. Tim Indonesia, yakni Lilyana Natsir dan Tontowi Ahmad, berhasil membawa pulang medali emas untuk mata olahraga bulu tangkis ganda campuran.

Baca: Sampah Elektronik Semakin Menggunung di Asia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Mashable
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.