Presiden Jokowi Ingin "Vlog" Jadi Mata Pelajaran di Sekolah

Kompas.com - 03/02/2017, 07:53 WIB
Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungan kerjanya menyempatkan diri berbelanja di Plaza Pekalongan, Minggu (7/1/2017). Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo di sela-sela kunjungan kerjanya menyempatkan diri berbelanja di Plaza Pekalongan, Minggu (7/1/2017).
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI, Joko Widodo, mengimbau agar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menambah jurusan-jurusan baru yang mengasah skill di sektor teknologi dan digital. Jika tidak, sumber daya manusia lokal akan terus-menerus tertinggal dan tak mampu berkompetisi di ranah global.

Salah satu jurusan yang dianjurkan Jokowi adalah pengembangan skill membuat video blog atau kerap disebut vlog. Menurut dia, SMK jangan melulu terpaku pada jurusan mesin, bangunan, listrik, dan jurusan lain yang sudah eksis sejak dulu.

"Dunia berubah cepat sekali. Mestinya ada jurusan mengenai jaringan IT, membuat video blog, aplikasi, animasi, yang sedang in," kata Jokowi dalam pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia, Kamis (2/2/2017), di JCC, Senayan.

Dengan penambahan jurusan-jurusan baru yang relevan dengan tren saat ini, lulusan SMK diharapkan tak lagi cuma jadi buruh di negeri orang. Saat ini, menurut data yang diumbar Jokowi, sebanyak 82 persen TKI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di luar negeri merupakan lulusan SMK.

Bikin vlog makin mudah

Kemunculan vlog di internet sebenarnya sudah dimulai sejak lima hingga enam tahun lalu. Namun tren vlog sendiri menjadi masif pada akhir 2015 dan terus berlanjut sepanjang 2016 hingga kini.

Hal ini tak lepas dari berbagai faktor yang mendukung terciptanya ekosistem video mobile. Pertama, infrastruktur jaringan internet semakin baik sehingga netizen lebih mudah mengeksplor tayangan video via smartphone di mana pun dan kapan pun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, para vendor smartphone berbondong-bondong melahirkan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan untuk membuat vlog. Mereka menawarkan kamera depan dengan sensor bermegapiksel besar dan teknologi stabilizer untuk mencegah guncangan ketika merekam video.

Sebut saja beberapa perangkat yang bisa dibilang "vlog ready" seperti Oppo F1s, Vivo V5, LG G5, Samsung Galaxy S7, iPhone 6 ke atas, dan flagship lainnya yang berseliweran di pasaran.

Netizen tak perlu mengeluarkan modal mahal untuk membeli kamera demi menjadi vlogger. Cukup menggunakan smartphone, netizen bisa mengabadikan momen apa saja untuk dikaryakan dan dimonetisasi lewat platform berbagi video YouTube.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X