Kompas.com - 06/02/2017, 15:20 WIB
Ilustrasi REUTERSIlustrasi
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Berbeda dari tokoh teknologi lain, CEO Uber Travis Kalanick mengambil sikap pragmatis dan memilih bekerja sama dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Dia pun bergabung dengan dewan penasihat ekonomi untuk Trump pada Desember 2016 lalu.

Keputusan tersebut rupanya membuat berang para pengguna Uber. Terlebih ketika Trump mengumumkan kebijakan imigrasi baru yang diskriminatif dan menutup jalan masuk ke AS bagi warga tujuh negara mayoritas Muslim.

Protes dan demonstrasi pun bergulir, tagar #DeleteUber yang menunjukkan ketidaksetujuan terhadap sikap Travis ramai beredar di Twitter. Buntutnya, pekan lalu, pimpinan perusahaan transportasi online ini memutuskan mundur dari dewan penasihat ekonomi Trump ketimbang dilabeli sebagai pendukung presiden kontroversial itu,

TOBIAS HASE/AFP/Getty Images Travis Kalanick, cofounder dan CEO of Uber
"Saya tidak bermaksud mempromosikan presiden atau agendanya dengan bergabung ke dewan itu. Tapi agaknya langkah tersebut dianggap demikian karena salah interpretasi," sebut Kalanick dalam sebuah pernyataan yang dirangkum KompasTekno dari The Verge, Senin (6/2/2017).

Meski Kalanick mundur, gelombang protes sudah terlanjut menimbulkan akibat. Lebih dari 200.000 pengguna Uber dilaporkan telah menghapus akunnya sebagai protes terhadap Kalanick yang dianggap pro-Trump.

Trump memang seperti buah simalakama buat para tokoh industri teknologi di Silicon Valley. Di satu sisi, mereka ingin kooperatif demi kebaikan bisnis. Tapi di sisi lain, Trump memiliki citra negatif di kalangan pekerja teknologi yang banyak diwarnai imigran.

Selain Kalanick, ada sejumlah petinggi industri lain yang menjadi anggota dewan penasihat ekonomi Trump, termasuk Elon Musk dari Tesla dan Space X, serta Marry Barra dari General Motors. Minggu ini Musk mengatakan bahwa para anggota dewan penasihat ekonomi itu berniat untuk mencapai "konsensus" terkait persoalan imigrasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca: Diprotes, CEO Uber Mundur dari Dewan Penasihat Ekonomi Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.