Cara Asus Penuhi TKDN Ponsel 4G 30 Persen di Indonesia

Kompas.com - 07/02/2017, 18:20 WIB
Asus Zenfone 3 Max saat dirilis di Jakarta, Selasa (7/2/2017). Oik Yusuf/KOMPAS.comAsus Zenfone 3 Max saat dirilis di Jakarta, Selasa (7/2/2017).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Aturan pemerintah soal tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 30 persen untuk ponsel 4G yang dipasarkan di Indonesia mulai berlaku pada 1 Januari 2017 lalu. Asus selaku salah satu pabrikan smartphone terbesar di Tanah Air mengaku akan segera meluncurkan produk pertamanya yang memenuhi persyaratan tersebut.

"Di akhir kuartal pertama nanti (Maret 2017), kami akan merilis satu produk yang sudah disesuaikan dengan aturan TKDN baru," ujar Product Manager Smartphone Sytem BG Asus Indonesia, Cindy Ferlani, ketika ditemui usai acara peluncuran ZenFone 3 Max di Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Oik Yusuf/KOMPAS.com Cindy Ferlani, Product Manager Smartphone Sytem BG Asus Indonesia di peluncuran Zenfone 3 Max di Jakarta, Selasa (7/2/2017).
Dia tidak menungkapkan nama produk dimaksud. Yang jelas, kata Cindy, pihaknya memenuhi persyaratan TKDN di produk dimaksud dengan cara mengimpor komponen PCB (printed circuit board untuk mainboard) secara complete knock-down, untuk meningkatkan pembobotan TKDN lewat perakitan di Indonesia.

"Jadi, PCB itu diimpor bersama komponen-komponen lainnya yang masih belum terpasang. Baru kemudian dirakit di Indonesia," terang Cindy.

Ia juga menambahkan bahwa Asus lebih cenderung mengutamakan pemenuhan syarat TKDN dari segi hardware, ketimbang software.

Perakitan PCB seperti yang disebutkan oleh Cindy lazim dilakukan oleh rekanan pemanufaktur electronic manufacturing service (EMS).

Di Indonesia, Asus diketahui bermitra dengan PT Sat Nusapersada yang berbasis di Batam untuk keperluan merakit ponsel 4G sejak 2015.

Akan halnya ponsel Asus ZenFone yang beredar di pasaran sejauh ini, Cindy mengakui pemenuhan tingkat TKDN untuk masing-masing produk masih berkisar di angka 20 persen, termasuk model ZenFone 3 Max yang diluncurkan dalam kesempatan itu.

Cindy beralasan hal tersebut karena pihaknya masih mengikuti ketentuan TKDN smartphone untuk 2016 yang memang dipatok sebesar 20 persen, untuk produk-produk hingga ZenFone 3 Max (ZC553KL).

"ZenFone 3 Max ini masih pakai penghitungan lama, jadi masih pakai TKDN 20 persen karena pengembangannya sejak tahun lalu. Tapi di akhir kuartal 1 nanti kami akan mulai merilis produk baru yang sudah di-adjust pakai TKDN baru," tandasnya.

Baca: Resmi, ZenFone 3 Max Dijual Rp 3,1 Juta di Indonesia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X