Pabrik Baterai Samsung Terbakar, Galaxy S8 Bakal Tertunda?

Kompas.com - 09/02/2017, 11:59 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Samsung sedang kurang beruntung untuk masalah baterai. Setelah selesai menangani penyelidikan mudah terbakarnya baterai Galaxy Note 7, sekarang justru pabrik baterai milik Samsung yang terbakar.

Kebakaran tersebut terjadi di pabrik milik Samsung SDI, anak usaha yang bergerak di bidang pengembangan dan produksi baterai. Pabrik tersebut berlokasi di Tianjin, China.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Phone Arena, Kamis (9/2/2017), pemadam kebakaran cabang Tianjin mengatakan mereka sampai menurunkan 110 petugas dan 19 truk untuk memadamkan api yang berkobar.

Baca: Samsung Resmi Umumkan Penyebab Galaxy Note 7 Mudah Terbakar

Untungnya, kebakaran ini tidak parah. Kebakaran terpantau tidak terlalu besar. Pun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran itu adalah sampah baterai lithium yang dibuang bersama dengan limbah-limbah lainnya. Jadi bukan disebabkan oleh baterai lithium baru yang sedang diproduksi.

Kebakaran itu juga tidak menimbulkan dampak yang terlalu berarti. Operasional pabrik tidak terganggu. Juru bicara Samsung SDI, Shin Yong-doo, mengatakan bahwa pekerjaan-pekerjaan di pabrik masih bisa berjalan normal seperti biasanya.

Oleh karena itu, peristiwa tersebut tampaknya tidak sampai membuat Samsung harus menunda peluncuran Galaxy S8, smartphone terbarunya. Samsung SDI sendiri memang masih dipercaya untuk memproduksi baterai Galaxy S8.

Baca: Samsung Galaxy Mulai Pakai MediaTek?

Sekadar diketahui, fasilitas produksi tersebut merupakan satu dari lima pabrik utama yang menghasilkan baterai untuk ponsel dan perangkat genggam berukuran kecil. Pabrik ini juga merupakan salah satu pemasok baterai lithium untuk Galaxy Note 7, ponsel yang sempat mengalami masalah karena menimbulkan ledakan dan kebakaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.