Xiaomi "Comeback" ke Indonesia Pakai Aturan TKDN Lama

Kompas.com - 10/02/2017, 18:58 WIB
Ponsel Redmi 4A menandai kembalinya Xiaomi ke Indonesia. Acara peluncuran digelar di Jakarta, Jumat (10/2/2017). Fatimah Kartini/Kompas.comPonsel Redmi 4A menandai kembalinya Xiaomi ke Indonesia. Acara peluncuran digelar di Jakarta, Jumat (10/2/2017).
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Xiaomi resmi kembali alias comeback ke pasar Indonesia dengan memboyong Redmi 4A. Artinya, Xiaomi telah memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri ( TKDN) yang dicanangkan pemerintah untuk ponsel 4G.

Selama ini, aturan itulah yang menghadang Xiaomi merilis lini smartphone-nya di Tanah Air secara resmi. Meski demikian, untuk Redmi 4A, Xiaomi baru memenuhi aturan TKDN lama, yakni sebesar 20 persen. Padahal, per 1 Januari 2017, pemerintah telah menetapkan aturan TKDN 30 persen.

"Kami memasukkan Redmi 4A pada akhir 2016, jadi masih mengikuti ketentuan tahun lalu," kata Country Head of Xiaomi Indonesia, Steven Shi Yan, pada sesi wawancara khusus dengan KompasTekno, Jumat (10/2/2017) di Hotel JW Mariott, Jakarta.

Hal ini dibenarkan Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan. Putu mengatakan saat ini belum ada ponsel yang sudah memenuhi TKDN 30 persen.

Baca: Xiaomi Resmikan Redmi 4A di Indonesia, Dibanderol Rp 1,5 Juta

"Masih tahap verifikasi untuk ponsel dengan TKDN 30 persen. Kalau Xiaomi kan sudah dimasukan sejak akhir 2016, jadi nggak masalah," kata Putu pada kesempatan yang sama.

Diketahui, pada 2016 lalu, pemerintah memang baru menetapkan 20 persen TKDN. Persentase itu lantas naik menjadi 30 persen pada awal tahun ini.

Fatimah Kartini Bohang/kompas.com Head of Xiaomi Indonesia, Steven Shi Yan, pada acara peluncuran Xiaomi Redmi 4A, Jumat (10/2/2017) di JW Mariott, Jakarta.
Adapun strategi yang digunakan Xiaomi untuk memenuhi TKDN di Indonesia adalah bermitra dengan beberapa perusahaan lokal, seperti PT Erajaya Swasembada, PT Sat Nusapersada, serta TSM Technologies.

Dalam hal ini, lini smartphone Xiaomi yang dipasarkan di Indonesia diproduksi di pabrik perakitan lokal di Batam. Ada ratusan pekerja lokal di pabrik tersebut yang memproduksi lini Xiaomi. Tiap bulan, fasilitas produksi Xiaomi di Batam bisa menghasilkan 1 juta unit smartphone.

Selain dari aspek manufaktur, Xiaomi juga berkomitmen memenuhi aspek software lokal yang ditetapkan pemerintah.

"Ke depan kami akan lebih banyak berinvestasi pada pengembangan teknologi dan tenaga kerja engineer di Indonesia," kata Senior Vice President Xiaomi, Wang Xiang.

Baca: Xiaomi Rilis Redmi Note 4X di Hari Valentine

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X