CEO Apple Mau "Hoax" Diperlakukan seperti "Global Warming"

Kompas.com - 13/02/2017, 11:59 WIB
CEO Apple Tim Cook menunjukkan iPad Air 2 warna emas dalam acara di Cupertino, AS, Kamis (16/10/2014) The VergeCEO Apple Tim Cook menunjukkan iPad Air 2 warna emas dalam acara di Cupertino, AS, Kamis (16/10/2014)
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

KOMPAS.com - CEO Apple, Tim Cook, mengemukakan opininya soal penyebaran berita palsu alias hoax yang marak akhir-akhir ini. Ia mengatakan dampak hoax tak kalah bahayanya dengan pemanasan global alias global warming.

"Itu (hoax) membunuh pikiran umat manusia," kata Cook, sebagaimana dilaporkan Cnet dan dihimpun KompasTekno, Minggu (12/2/2017).

Hoax dan global warming dinilai sama-sama menyerang kancah internasional, bukan cuma di wilayah atau negara tertentu. Cook mengimbau agar penanganan hoax harus sama seriusnya dengan penanganan global warming.

"Harus ada kampanye besar-besaran di berbagai sektor (terkait pemberantasan hoax)," ia mengimbau.

Diketahui, hoax belakangan ini berimbas fatal ketika masuk ke ranah politik. Misalnya saja pada pemilu AS 2017. Derasnya aliran berita hoax dinilai berpengaruh pada hasil pemilu, di mana Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS.

Di Tanah Air, berita hoax pun banyak berseliweran menyusul pemilihan kepala daerah serentak. Penyedia layanan semacam Google dan Twitter mengaku belum bisa memberantas penyebaran hoax pada platform mereka.

Pemberantasan hoax sejak dini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemberantasan hoax, kata Cook, bukan cuma jadi tanggung jawab layanan internet dan pemerintah, tapi juga semua pihak di berbagai sektor dan masyarakat umum.

"Pemberantasan hoax harus ditanamkan sejak dini di sekolah-sekolah dan di ranah publik," ia menuturkan. 

"Anak-anak adalah pihak yang paling mudah diedukasi. Setidaknya sebelum usia tertentu, mereka lebih banyak mendengar dan memahami," Cook menambahkan.

Lebih lanjut, Cook sesumbar bahwa industri teknologi seharusnya mampu menciptakan alat untuk memberantas hoax. Hal tersebut memang butuh waktu, energi, dan investasi lebih, tapi ia percaya bakal berguna untuk kehidupan generasi mendatang.

Baca: Ikan Tongkol dan Hoax Disleksia: Meramu Kebohongan demi Simpati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.