Kompas.com - 14/02/2017, 18:25 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Facebook, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, bakal bertemu dengan Twitter untuk membahas penyebaran berita palsu alias hoax di platform digital. Pertemuan itu dijadwalkan pada 20 Februari mendatang.

Hal ini disampaikan Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Samuel Pangerapan, Selasa (14/2/2017), usai pertemuan tertutup Menkominfo dengan perwakilan Facebook di ruang tamu menteri, Gedung Kominfo lantai 7, Jakarta.

"Semua platform digital kami ajak bicara. Kami sudah atur pertemuan dengan Twitter tanggal 20 (Februari) nanti," kata Samuel.

Penyebaran konten negatif seperti pornografi, kekerasan, serta hoax, makin deras mengalir lewat layanan internet semacam Facebook, Twitter, dan Google. Pemerintah merasa perlu berdiskusi dengan para layanan internet tersebut agar bisa bersama-sama memberantas konten negatif di internet.

Perbedaan pandangan

Pada pertemuan sore ini, Rudiantara meminta respons yang lebih tanggap dari Facebook ketika pemerintah melaporkan ada konten negatif yang berseliweran di platform bernuansa biru.

"Harus lebih cepat. Kami maunya ketika melapor konten itu langsung diblokir. Sebab laporan yang kami ajukan tentu sudah lewat review oleh tim. Tapi sepertinya tidak bisa begitu, harus ada review juga dari Facebook," Samuel menjelaskan.

Selama ini, respons Facebook atas konten negatif dikatakan kadang cepat kadang lambat. Definisi cepat adalah hitungan jam, dan lambat adalah hitungan hari.

Menurut Samuel, perlakuan yang tak seragam sedikit banyak dikarenakan perbedaan persepsi antara pemerintah dan Facebook tentang sebuah konten negatif. Bisa jadi menurut pemerintah berbahaya, lantas menurut Facebook tak berbahaya.

"Pemahamannya harus disamakan. Menurut pemikiran saya, solusinya harus ada kantor Facebook di Indonesia agar komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah bisa lebih cepat dan mudah," ia menuturkan.

Baca: Bertemu Facebook, Menkominfo Bahas 2 Hal Penting

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.