2017, Xiaomi Kurangi "Smartphone" Murah?

Kompas.com - 22/02/2017, 10:04 WIB
Daya tarik utama dari Mi Mix adalah pinggiran layarnya yang seolah tak berbingkai dan memenuhi hampir seluruh bagian depan. Oik Yusuf/ KOMPAS.comDaya tarik utama dari Mi Mix adalah pinggiran layarnya yang seolah tak berbingkai dan memenuhi hampir seluruh bagian depan.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Setelah posisinya digeser Oppo dan Vivo dari lima besar vendor smartphone global pada 2016 lalu, Xiaomi siap unjuk gigi kembali di tahun 2017. Pabrikan China tersebut sudah menyiapkan strategi untuk meningkatkan daya saing.

Salah satunya, Xiaomi bakal gencar melengkapi portofolionya dengan ponsel kelas menengah hingga high-end. Hal ini mengindikasikan Xiaomi bakal mulai mengurangi produksi ponsel murah, sebagaimana dilaporkan Digitimes dan dihimpun KompasTekno, Rabu (22/2/2017).

Diketahui, selama ini Xiaomi lebih banyak merilis ponsel untuk kelas menengah ke bawah. Beberapa produk flagship-nya pun dipatok dengan harga relatif lebih murah sekitar 25 persen dari para pesaingnya.

Pada akhir tahun lalu, Xiaomi melakukan terobosan dengan menghadirkan dua ponsel flagship dalam waktu bersamaan. Keduanya adalah Mi Note 2 dan Mi Mix yang eksklusif dipasarkan di China.

Baca: Melihat Lebih Dekat Android Rp 1,5 Juta Xiaomi Redmi 4A

Mi Note 2 mendapat sambutan baik. Dalam waktu 50 detik pada penjualan perdananya, ponsel yang dihargai mulai Rp 5,3 jutaan itu ludes terjual. Xiaomi tak mengumbar berapa stok unit yang disediakan kala itu.

Antusiasme tinggi juga tampak pada penjualan perdana ponsel ber-bezel tipis, Mi Mix. Ponsel yang harganya dimulai Rp 6,7 jutaan itu ludes terjual dalam 10 detik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, menurut sumber dalam, angka penjualan kedua model tersebut belum memenuhi ekspektasi untuk penjualan di kuartal pertama 2017. Xiaomi masih terus menggenjot penjualan dua lini tersebut di negara asalnya.

Selain strategi memperbanyak portofolio ponsel flagship, Xiaomi juga dikatakan hendak memperbaiki manajemen rantai pasokan alias supply chain. Xiaomi dikatakan sedang mempertimbangkan bekerja sama dengan pemasok baru untuk beberapa komponen.

Xiaomi pun agaknya bakal lebih mandiri. Vendor yang baru ditinggal Hugo Barra tersebut berencana merilis seri Mi 5C menggunakan chipset buatan sendiri, yakni Pinecone V670 yang rencananya dirilis pada Maret mendatang.

Apakah strategi-strategi Xiaomi tepat sasaran dan mampu mengantarnya kembali ke posisi lima besar smartphone global? Belum ada yang bisa memastikan. Kita tunggu saja.

Baca: Perjuangan dan Optimisme Xiaomi Comeback ke Indonesia



Sumber Digitimes

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X