Kompas.com - 01/03/2017, 16:23 WIB
CEO Uber Travis Kalanick QuartzCEO Uber Travis Kalanick
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com — Uber kembali ketiban masalah. Kali ini, pendiri sekaligus CEO, Travis Kalanick, terekam video sedang bertengkar soal tarif dengan salah satu sopir dari Uber sendiri.

Ketika itu, suatu malam pada awal Februari lalu, Kalanick bersama dua teman wanita menumpang mobil Uber Black yang dikemudikan oleh Fawzi Kamel.

Kesempatan langka mengantar orang nomor satu di Uber tersebut dimanfaatkan Kamel untuk menumpahkan unek-unek seputar nasib pengemudi Uber yang kini tak sebaik dulu.

Setelah dua teman wanita sang bos Uber lebih dulu turun dari kendaraan di lokasi tujuan, Kemal sedikit berbasa-basi dengan Kalanick. Lalu, dia mengutarakan inti permasalahan.

"Anda menaikkan standar, tetapi menurunkan tarif," ujar Kamel.

Mendapat "curhat" dadakan itu, Kalanick berkelit dengan menjawab bahwa Uber mesti menurunkan harga supaya bisa survive di tengah persaingan bisnis ride sharing.

"Kami pasang harga murah bukan karena ingin, tetapi memang harus," ujar Kalanick yang mulai emosi. Kamel kemudian mengatakan bahwa dia mengalami kerugian sebesar 97.000 dollar AS karena Uber terus menurunkan tarif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adu argumen kedua pria itu terekam dalam video kamera dashboard di mobil Kamel yang kemudian dipublikasikan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Bloomberg, Rabu (1/3/2017).

Akhirnya, Kalanick mengakhiri pembicaraan dengan menyalahkan Kamel atas nasibnya sendiri.

"Sebagian orang tak mau tanggung jawab atas masalahnya. Mereka menyalahkan orang lain!" seru Kalanick sebelum keluar sambil membanting pintu mobil.

Uber diketahui memang berangsur menurunkan tarif sehingga menurunkan pendapatan sopir. Tahun 2012 di San Francisco, misalnya, layanan Uber Black mengenakan tarif 4,90 dollar AS per mil 1,25 dollar AS per menit perjalanan.

Kini, angka tersebut turun menjadi 3,75 dollar AS per mil dan 0,65 dollar per menit. Pendapatan sopir pun menurun, sementara mereka juga tidak mendapat benefit seperti jaminan kesehatan karena dianggap sebagai sekadar "mitra independen", bukan karyawan perusahaan.

Kalanick minta maaf

Beberapa waktu setelah video rekaman pertengkarannya dengan Kemal beredar di publik, Kalanick mengaku telah bersikap salah dan meminta maaf.

"Tugas saya sebagai pimpinan adalah memimpin, dimulai dari bersikap baik. Namun, bukan itu yang saya lakukan," ujar Kalanick dalam sebuah pernyataan resmi.

Baca: Pesan Uber Bisa Langsung dari Google Maps

"Ini adalah kali pertama saya mengaku memang butuh bantuan dalam memimpin dan berniat mendapatkannya. Saya mohon maaf kepada Fawzi, juga kepada semua komunitas pengemudi dan tim Uber," ujarnya. Video selengkapnya bisa disimak di tautan berikut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bloomberg

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.