Peneliti Bikin Smartphone yang Bisa Hancur jika Dicuri

Kompas.com - 06/03/2017, 13:05 WIB
Ilustrasi aneka telepon genggam bermerek Nokia Shutterstock.com/UrbanbuzzIlustrasi aneka telepon genggam bermerek Nokia
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Mungkin tak ada pemilik ponsel yang mau perangkatnya hancur. Namun, para peneliti dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) di Arab Saudi justru ingin merusak ponsel secara sengaja.

Tujuannya bukan untuk main-main atau mencelakakan orang, tapi mencegah data penting jatuh ke tangan orang lain. Menghancurkan fisik perangkat tentu lebih efektif ketimbang melakukan remote-wipe.

"Calon pelanggannya adalah mereka yang butuh proteksi data," ujar Muhammad Mustafa Hussain, salah satu peneliti yang mengembangkan teknologi dimaksud.

"Misalnya saja, komunitas intelijen, korporasi, bank, hedge fund, administrator keamanan sosial, dan kolektor yang menangani data berjumlah besar," lanjut dia memberi contoh.

Teknologi "self-destruct" ini diklaim bisa diterapkan di semua perangkat modern. Cara kerjanya mengandalkan expandable polymer yang bisa meremukkan chip penyimpan data perangkat dalam hitungan detik.

Saat mekanisme self-destruct diaktifkan secara remote, elektroda pemanas yang tersambung ke baterai akan mengaktikan polimer yang kemudian bakal berkembang secara cepat hingga tujuh kali ukuran aslinya ketika dipanaskan dengan suhu 80 derajat celsius.

Menurut para peneliti pengembangnya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari ZD Net, Senin (6/3/2017), expanding polymer bisa menghancurkan chip silikon yang tebalnya kurang dari 0,1 mm.

Remote pemicu bisa memanfaatkan teknologi GPS yang mengaktifkan self-destruct saat perangkat keluar zona tertentu, bisa juga dengan aplikasi yang terlindung password.

Bukan cuma ponsel saja yang bisa dipasangi teknologi ini, melainkan juga aneka gadget lain seperti laptop. Ongkos pemasangannya cukup 15 dollar AS saja.

Konsep mengamankan data dengan menghancurkannya sebenarnya bukan barang baru. Teknik ini, misalnya, sering dipertontonkan dalam seri film "Mission Impossible" di mana laptop terbakar sendiri saat agen selesai membaca pesan.

Di lingkungan kantor juga dikenal alat shredder yang fungsinya menghancurkan dokumen sensitif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ZDNet
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.