TULISAN KHAS

Vlog Jokowi dan Hasrat Kekinian...

Kompas.com - 07/03/2017, 16:00 WIB
|
EditorAmir Sodikin

Sebelumnya, pada 2012, Time sudah pula menobatkan kata selfie sebagai satu dari 10 kata kunci paling populer di dunia maya.

Adapun vlog terasa baru menguar kuat belakangan. Padahal, sejarahnya malah lebih awal daripada swafoto.

Dalam banyak risalah dan paper, vlog pertama yang diakui saat ini adalah karya Adam Kontras. Pada 2 Januari 2000, dia menayangkan video tentang pindahan rumah itu di tulisan pertama blog “Journey” miliknya.

Meski begitu, dalam pengantar di halaman muka blog tersebut Kontras mengatakan bahwa dia sebenarnya sudah lebih awal mengunggah vlog, yaitu pada Mei 1999.

Sebagaimana perjalanan Kontras, vlog memang dianggap sebagai bentuk turunan blog—yang semula merupakan singkatan dari frasa “weblog”—yaitu ketika konten sudah memuat materi pemvideoan diri sendiri.

Meski blog bergaung lebih lama dan masih banyak digemari orang, vlog bisa dibilang meroket dan makin ngetren belakangan ini. Sejumlah orang bahkan mendapatkan penghasilan besar dari aktivitas memvideokan diri sendiri tersebut.

Di luar masalah nambah kocek, makalah Maggie Griffith dan Zizi Papcharissi— diunggah di jurnal First Monday pada Januari 2010—menengarai ada tiga motivasi utama yang  melatari seseorang membuat vlog.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tiga motivasi itu, sebut mereka, adalah menjadikan vlog sebagai media catatan harian (diary), pengekspresian identitas, dan mengakomodasi bakat narsis.

Riset ini dan beragam kajian lain pun sependapat, vlog mendapatkan momentum awal untuk menjadi tren global sejalan dengan kelahiran YouTube pada 2005.

Lagi-lagi, perkembangan teknologi informasi dan gadget—yang memungkinkan internet berkecepatan tinggi dan kemudahan mengakses peranti pembuat video—semakin mendongkrak popularitas.

Kenapa di Indonesia tren vlog baru kental berasa belakangan ini?

Bisa jadi hal tersebut kembali pada soal infrastruktur teknologi informasi dan daya beli masyarakat yang baru memungkinkan “kemewahan” bergaya di depan kamera sebagai hal mudah.

Atau, jangan-jangan ya sekadar telat kenal hasrat terpapar kamera saja? Semoga lebih karena banyak orang baru merasa butuh mendokumentasikan aktivitas harian dalam wujud yang kekinian....

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.