Laporkan Pornografi Anak, BBC Malah Diadukan ke Polisi oleh Facebook

Kompas.com - 09/03/2017, 06:55 WIB
Ilustrasi BBC INDONESIAIlustrasi
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

Selain itu BBC turut menemukan 5 profil Facebook milik pedofil yang sudah divonis pengadilan. Padahal, ketentuan Facebook seharusnya tidak membolehkan keberadaan pedofil.

BBC lantas melaporkan temuannya lewat tool “flagging” yang memang disediakan Facebook untuk melaporkan konten tak pantas.

Namun, dari 100 yang dilaporkan, hanya 18 konten yang dihapus Facebook. Sebanyak 82 sisanya disimpulkan “tidak melanggar standar komunitas”.

Pihak BBC kemudian berniat wawancara dengan Facebook untuk menggali informasi lebih lanjut. Kemudian terjadilah insiden pelaporan ke polisi seperti tersebut di atas.

Facebook mengatakan telah menghapus konten-konten yang dilaporkan oleh BBC dari jejaring sosialnya. “Kami telah meninjau konten yang diajukan ke kami dan sudah menghapus semua yang ilegal atau melanggar kebijakan kami,” kata Facebook.

Tak dijelaskan berapa persisnya konten pornografi anak yang sudah dihapus Facebook, apakah 100 seperti yang dilaporkan BBC atau hanya 18 seperti sebelumnya.

Baca: Facebook Mulai Tandai Berita yang Diragukan Kebenarannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Gizmodo
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.