Kompas.com - 10/03/2017, 10:42 WIB
BlackBerry Aurora dirilis BB Merah Putih di Indonesia, Kamis (9/3/2017). Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.comBlackBerry Aurora dirilis BB Merah Putih di Indonesia, Kamis (9/3/2017).
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Setelah BlackBerry meluncurkan smartphone Android Aurora pekan ini, dan HMD Global merilis smartphone Nokia di MWC 2017 pekan lalu, lembaga riset IDC meramalkan keduanya bakal memiliki tantangan besar untuk kembali ke pasar Indonesia.

Kondisi pasar dinilai telah berubah sejak BlackBerry dan Nokia menikmati masa kejayaannya. Ketatnya kompetisi dalam berbagai bentuk dipercaya akan menjadi penghambat bagi pertumbuhan pangsa pasar Nokia dan Blackberry, terutama di pasar smartphone.

IDC melihat dengan beralih ke Android akan mampu untuk lebih diterima di pasar smartphone Indonesia. Akan tetapi, pasar smartphone di Indonesia saat ini juga sudah dipenuhi oleh vendor ponsel asal China yang lebih agresif, seperti Oppo, Vivo, dan Xiaomi.

“(Smartphone) Nokia dan BlackBerry memang memiliki spesifikasi yang mumpuni, namun mereka ditempatkan pada rentang harga yang sudah dipenuhi oleh vendor-vendor asal China," kata Risky Febrian, Associate Market Analyst, Mobile Phone, IDC Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (10/3/2017).

AFP PHOTO / JOSEP LAGO Seseorang memegang ponsel baru besutan HMD Global, Nokia 3310, pada hari pertama ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Senin (27/2/2017).
Vendor-vendor tersebut menurut Risky telah sukses bukan hanya dalam penentuan harganya, tetapi juga dengan fitur populer, seperti kamera selfie yang di atas rata-rata.

Baca: Menimbang Peluang BlackBerry KeyOne Dijual di Indonesia

"Di sanalah letak tantangan bagi Nokia dan BlackBerry, yaitu memiliki spesifikasi yang mumpuni saja belum cukup untuk menarik perhatian konsumen,” imbuh Risky.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Regulasi TKDN juga disebut Risky akan menjadi tantangan berikutnya. Pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa seluruh ponsel 4G harus memenuhi tingkat kandungan lokal sebesar 30 persen di tahun 2017.

Walaupun regulasi ini tidak akan berpengaruh kepada Blackberry Aurora, karena sudah memenuhinya, regulasi ini akan tetap berpengaruh terhadap smartphone Nokia lainnya, di mana proses pemenuhan persyaratan tersebut dapat berlangsung lama.

Mengenai bagaimana Nokia akan memenuhi persyaratan regulasi ini masih belum dapat dipastikan hingga saat ini.

“Bagaimanapun juga, Nokia dan BlackBerry harus memusatkan fokus pada strategi pemasaran di Indonesia, yaitu dengan melalukan kegiatan promosi yang gencar seperti memanfaatkan aktivitas kampanye below the line dan above the line yang sudah terbukti dapat mendorong penjualan di Indonesia,” ujar Risky.

Baca: Akankah Nokia 3310 Reborn Dijual di Indonesia?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.