Kompas.com - 13/03/2017, 18:05 WIB
Logo Toshiba ReutersLogo Toshiba
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Toshiba sedang berencana melego divisi chip memori miliknya untuk keluar dari krisis finansial yang membelit. Akan tetapi, pemerintah Jepang agaknya khawatir teknologi Toshiba akan jatuh ke China apabila perusahaan dibeli oleh pihak asal Negeri Bambu.

Seorang sumber mengatakan bahwa pemerintah Jepang pun bersiap memblokir penjualan divisi chip memori Toshiba apabila menilai calon peminatnya bisa mengancam keamanan nasional. Pemerintah dikatakan bersiap memakai hukum perdagangan dengan pihak asing.

Dari sekian banyak perusahaan teknologi yang berpotensi membeli divisi chip Toshiba, baru Foxconn saja yang menyatakan bakal mengajukan penawaran. Foxconn sendiri memang berasal dari China.

Foreign Exchange and Foreign Trade Act di Jepang memang menyebutkan bahwa pihak asing yang hendak mengakuisisi perusahaan Jepang dengan teknologi terkait keamanan nasional harus memperoleh izin pemerintah terlebih dahulu.

Pada 2011 lalu, regulasi ini pernah digunakan untuk mencegah peminat asing membeli saham perusahaan kamera dan peralatan medis Olympus. Ketika itu, alasannya adalah teknologi optik yang digeluti Olympus juga digunakan di peralatan militer Jepang.

Adapun chip memori Toshiba adalah salah satu komponen inti di bidang robotika, kecerdasan buatan, dan perangkat-perangkat yang terhubung ke internet sehingga dinilai turut menyangkut keamanan nasional.

"Dari sudut pandang keamanan nasional Jepang ini, Amerika Serikat adalah satu-satunya partner yang memungkinkan," ujar sang sumber, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Senin (13/3/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Calon peminat potensial dari divisi memori Toshiba termasuk nama-nama besar di binis memori, seperti Western Digital dan Micron Technology Inc., juga pemanufaktur chip seperti SK Hynix, Foxconn, dan TSMC.

Toshiba ingin segera menjual divisi chip memori untuk mengantisipasi kerugian 6,3 miliar dollar AS dari unit usahanya di Amerika Serikat. Hasil penjualan dikatakan juga bakal digunakan sebagai cadangan dana untuk kerugian lain di masa depan.

Divisi memori Toshiba yang merupakan pabrikan chip memori NAND kedua terbesar di dunia itu divaluasi sebesar 13 miliar dollar AS.

Baca: Toshiba, Vaio, dan Fujitsu Segera Bersatu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.