Cerita 6 "Startup" Indonesia "Ditempa" di Markas Google

Kompas.com - 16/03/2017, 19:42 WIB
Perwakilan dari enam startup yang mewakili Indonesia di Google Launchpad Accelerator ke-3 di Mountain View, San Francisco.
Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.comPerwakilan dari enam startup yang mewakili Indonesia di Google Launchpad Accelerator ke-3 di Mountain View, San Francisco.
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Google kembali membawa startup lokal pilihan untuk berguru ke markas besarnya di Mountain View, San Francisco, AS, melalui program Launchpad Accelerator ke-3.

Ada enam startup pilihan yang menjadi perwakilan Indonesia, yakni Snapcart, Qlue, iGrow, Jurnal, Ruma, dan Picmix.

Keenamnya merupakan startup lintas sektor yang berusaha mempermudah kehidupan manusia, baik di bidang pertanian, manajemen keuangan, transportasi, jejaring sosial, hingga layanan pengeditan foto.

Mereka baru saja kembali ke Tanah Air pada Februari lalu setelah dua minggu "ditempa" oleh pakar teknologi berpengalaman dari Google. Keenam perwakilan startup mengaku mendapat pelajaran berharga untuk mengembangkan usaha rintisan digital.

"Pengalaman paling berharga adalah interaksi dengan para mentor," ujar founder sekaligus CEO Snapcart, Reynazan Royono, Kamis (16/3/2017), di sela-sela media gathering Google di The Hook, Jakarta.

"Sebelum kami ke sana, kami sudah berkomunikasi via internet, mereka menanyakan kebutuhan kami dan benar-benar membantu mencarikan solusi," imbuhnya.

Snapcart adalah aplikasi selular yang memberikan cashback kepada pembeli setelah memindai bukti pembayaran mereka. Snapcart mengumpulkan sejumlah data pembelian, menganalisis, dan menawarkan hasil analisisnya kepada brand secara real time.

Kesan yang sama juga didapat founder sekaligus CEO Ruma, Aldi Haryopratomo. Ia merasa “kecil” setelah bertemu orang-orang berpengalaman di Google.

“Kami rata-rata sudah membangun startup selama dua hingga tiga tahun. Kami merasa sudah berpengalaman," kata Aldi.

"Tetapi di sana, ternyata mata kami terbuka bahwa banyak kekurangan pada layanan kami. Hebatnya, kami dibantu berpikir memecahkan berbagai masalah itu selama dua minggu,” ia menuturkan.

Baca: Bekraf dan Kominfo Berlomba-lomba Wadahi Pendanaan Startup Lokal

Ruma adalah perusahaan yang memperkenalkan sistem bisnis berbasis teknologi pada pengusaha mikro. Bisnis yang ditawarkan pada pengusaha mikro antara lain ialah layanan berbasis transaksi seperti penjualan pulsa, layanan pembayaran tagihan, serta layanan keuangan.

Secara garis besar, pelajaran yang diperoleh oleh para perwakilan startup Indonesia adalah tentang strategi pemasaran, penghitungan bisnis, pemanfaatan tools teknis, user experience dan user interface alias UI/UX, hingga pembentukan iklim kerja yang nyaman.

Membangun jaringan

Selain mendapat ilmu baru dari pakar startup, peserta Launchpad Accelerator juga punya kesempatan membangun jaringan dengan startup dari negara lain yang juga ikut Launchpad Accelerator, seperti India, Thailand, Brazil, Meksiko, Malaysia, dan Vietnam.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X