Inggris Larang Penumpang dari 6 Negara Bawa Gadget ke Pesawat

Kompas.com - 22/03/2017, 12:31 WIB
Ilustrasi kabin penumpang di pesawat terbang. Shutterstock/Al ArabiyaIlustrasi kabin penumpang di pesawat terbang.
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Inggris mengikuti langkah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan larangan membawa gadget tertentu ke kabin pesawat. Larangan tersebut ditujukan bagi penumpang pesawat tujuan Inggris dari enam negara Arab.

Adapun keenam negara yang dimaksud adalah Turki, Lebanon, Yordania, Mesir, Tunisia, dan Arab Saudi.

Dikutip KompasTekno dari BBC, Rabu (22/3/2017), gadget yang dilarang dibawa masuk ke kabin pesawat adalah perangkat yag panjangnya lebih dari 16 cm, lebar 9,3 cm, dan tebal 1,5 cm.

Spesifikasi ukuran tersebut termasuk smartphone, namun masih ada batas toleransi untuk peranti yang satu ini. Selain itu, ada juga laptop, tablet, pemutar DVD, e-reader, konsol game, dan sebagainya yang dilarang.

Alat-alat elektronik yang ukurannya melebihi batasan di atas, diwajibkan dimasukkan ke dalam bagasi tercatat (checked-in baggage) dan dimasukkan ke kargo pesawat.

Walau telah mengeluarkan aturan larangan, maskapai-maskapai Inggris masing-masing bisa memutuskan sendiri kapan mereka mau menegakkan aturan tersebut.

Adapun maskapai Inggris yang dimaksud adalah:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

        British Airways
        EasyJet
        Jet2.com
        Monarch
        Thomas Cook
        Thomson
       
Sementara maskapai-maskapai dari enam negara Arab yang terbang langsung ke Inggris seperti dimaksud di atas antara lain:

        Turkish Airlines
        Pegasus Airways
        Atlas-Global Airlines
        Middle East Airlines
        EgyptAir
        Royal Jordanian
        Tunis Air
        Saudia

Menteri Transportasi Inggris, Chris Grayling mengatakan, "Kami mengerti aturan ini bisa membuat frustasi, namun kami bersama pelaku industri penerbangan mencoba meminimalisir dampak apa pun."

Kebijakan ini memang bisa menjengkelkan bagi penumpang maupun maskapai penerbangan, namun mereka harus menempatkan keselamatan sebagai hal yang utama.

Langkah Inggris mengikuti kebijkan AS yang dikeluarkan sebelumnya. AS sendiri membuat kebijakan tersebut atas dasar faktor keamanan dan ancaman yang bisa ditimbulkan.

Baca: 10 Tahun Lalu, Pesawat Garuda Tergelincir dan Terbakar di Yogyakarta



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.