Aplikasi Perikanan Buatan Indonesia Ekspansi ke Thailand

Kompas.com - 25/03/2017, 14:11 WIB
Pihak Manajemen pencipta EFishery memperagakan mesin penebar pakan ikan yang kini sedang diperkenalkan pada pelaku budidaya ikan di Lampung Kontributor Lampung, Eni MuslihahPihak Manajemen pencipta EFishery memperagakan mesin penebar pakan ikan yang kini sedang diperkenalkan pada pelaku budidaya ikan di Lampung
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Aplikasi perikanana eFishery buatan Indonesia, bakal dibawa ke Thailand dan Bangladesh sebagai proyek percontohan. Proyek ini merupakan hasil kerja sama Cybreed, selaku pengembang eFishery, dengan Winrock International, USAID, dan Universitas Kasetsart Thailand.

Proyek ini, dikutip KompasTekno dari BBC Indonesia, Sabtu (25/3/2017), bertujuan untuk menjajaki penerapan teknologi eFishery di kedua negara tersebut.

"Meskipun proyeknya masih bersifat pra-komersial, ini langkah awal untuk ekspansi ke negara lain," kata CEO Cybreed, Gibran Huzaefah.

"(Proyek percontohan) itu supaya kita bisa punya bukti yang kuat untuk bisa membangun model kerja sama dengan mitra lokal, dan sekaligus mencari mitra lokal untuk ekspansi bisnis kita ke negara lain dalam beberapa tahun ke depan," jelas Gibran.

BBC Indonesia Aplikasi pemberi pakan ikan otomatis, eFishery di smartphone Android.
eFishery merupakan aplikasi pemberi pakan ikan otomatis berbasis Android, yang dikembangkan oleh Cybreed.

Ide di balik eFishery ialah pemberian pakan secara terjadwal dan sesuai takaran, kata Gibran.

Dalam usaha budidaya ikan, biaya yang dikeluarkan pemilik kolam untuk pakan dapat mencakup 60-70 persen total biaya produksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, pemberian pakan dengan cara tradisional, yakni menggunakan tangan atau hand-feeding, dinilainya tidak efisien.

"Saat hand-feeding, pemberian pakannya itu langsung dilempar dalam jumlah yang banyak. Misalnya satu ember langsung dilempar ke kolam. Saat pakan ini terendam dalam air, beberapa nutrisi bisa hilang hingga 98 persen dalam waktu satu jam. Jadi pakan yang dikasih dimakan oleh ikannya, tapi nutrisinya sudah enggak ada," jelasnya.

Dengan pemberian pakan yang terjadwal dan dengan 'dosis,' Gibran mengatakan eFishery telah terbukti dapat menurunkan jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram daging -disebut Food Convertion Ratio (FCR)-hingga 2 persen.

Dengan kata lain, penggunaan pakan menjadi lebih efisien.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.