Mobil Tanpa Sopir Uber Mengalami Kecelakaan Parah

Kompas.com - 27/03/2017, 16:03 WIB
Stiker Uber di jendela belakang salah satu mobil sewaan oik yusuf/ kompas.comStiker Uber di jendela belakang salah satu mobil sewaan
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Permasalahan seakan tidak mau lepas dari Uber. Yang teranyar, Uber baru saja menghentikan untuk sementara pengujian mobil otonomos di daerah Arizona, AS. Mengapa?

Keputusan penghentian program itu diambil setelah mobil tanpa sopir Uber tersebut terlibat dalam sebuah kecelakaan serius. Insiden itu terjadi di daerah Tempe, Arizona.

Dalam foto yang diunggah ke Twitter, mobil otonomos Uber bertipe SUV bikinan Volvo terlihat sedang dalam keadaan vertikal alias terguling. Sementara itu, mobil yang terlibat dalam kecelakaan ini mengalami kondisi lebih parah, bagian belakang tampak penyok dan kaca mobil pecah.


Kecelakaan itu membuat Uber memutuskan untuk menghentikan untuk sementara pengujian mobil tanpa sopir di wilayah Arizona. Uber dikatakan ingin menyelidiki penyebab pasti kecelakaan terlebih dahulu, entah itu dari segi software atau masalah lainnya. 

Meski begitu, pihak kepolisian Tempe kepada media Bloomberg menuturkan bahwa mobil tanpa sopir Uber sebenarnya tidak bertanggung jawab atas kecelakaan. Pengemudi dikatakan gagal menghindar dari mobil Uber yang sudah berada di jalur yang tepat.

Berdasarkan hasil investigasi, mobil Uber sendiri sedang dalam mode "mengemudi tanpa sopir". Untungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka atas kejadian ini.

Sebagaimana KompasTekno rangkum dari Bloomberg, Senin (27/3/2017), Uber mulai menguji mobil tanpa sopir di Pittsburgh tahun lalu dan kemudian mengembangkannya ke daerah Arizona. Mobil otonomos milik Uber sudah tidak diuji di San Francisco, "kandang" Uber, setelah dilarang oleh pihak berwenang setempat.

Uber sendiri memang sedang banyak dirundung masalah belakangan ini. Konflik pertama adalah bergabungnya CEO Uber, Travis Kalanick, di dewan penasihat keuangan Presiden AS, Donald Trump, beberapa saat lalu. Uber didemo massa dan akhirnya kehilangan lebih dari 200.000 pengguna. Alhasil Kalanick memilih hengkang dari tim Trump.

Lantas muncul masalah kedua, yakni laporan dari salah satu Mantan pegawai Uber yang menyebut perusahaan itu mengabaikan kasus pelecehan seksual yang menimpa dirinya.

Belakangan, Presiden Uber Jeff Jones juga memutuskan mundur setelah hanya 6 bulan bergabung. Penyebabnya, ia dikatakan meragukan masa depannya di perusahaan ride-sharing tersebut.

Baca: Pertengkaran CEO Uber dengan Sopir Uber Terekam Kamera

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Bloomberg
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X