Xiaomi: Menghamburkan Uang untuk Iklan Bukan Gaya Kami

Kompas.com - 05/04/2017, 15:03 WIB
Director of Product Management dan Marketing Xiaomi Global, Donovan Sung di peluncuran Redmi 4X di Jakarta, Rabu (5/4/2017). Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.comDirector of Product Management dan Marketing Xiaomi Global, Donovan Sung di peluncuran Redmi 4X di Jakarta, Rabu (5/4/2017).
|
EditorDeliusno

JAKARTA, KOMPAS.com - Strategi pemasaran yang agresif dan masif menjadi salah satu kunci keberhasilan vendor smartphone asal China di Indonesia. Sebut saja Oppo dan Vivo yang gencar memasang iklan billboard di sudut-sudut kota strategis, begitu juga di medium televisi, online, hingga cetak.

Tak sampai di situ, keduanya juga menggandeng sejumlah selebritas lokal papan atas untuk menarik perhatian masyarakat. Menanggapi gesitnya persaingan saat ini, Xiaomi mengatakan tak bakal ikut-ikutan strategi Oppo dan Vivo.

"Kami tak akan menghamburkan uang untuk iklan, itu bukan gaya kami," kata
Director of Product Management dan Marketing Xiaomi Global, Donovan Sung, kepada KompasTekno dalam sesi wawancara khusus, Rabu (5/4/2017).

Menurut Donovan, strategi utama Xiaomi adalah menghadirkan teknologi yang mumpuni dan bisa dinikmati masyarakat luas. Hari ini, Xiaomi memboyong seri Redmi Note 4 dan Redmi 4x untuk Mi Fans Tanah Air dengan banderol harga Rp 2,4 juta dan Rp 2,1 juta.

Dengan harga demikian, pengguna disodorkan smartphone yang dilengkapi pemindai sidik jari, kamera 13 megapiksel, baterai 4.100 mAh, serta prosesor dari Qualcomm yakni seri Snapdragon 435 dan 625.

"Kami ingin teknologi terbaik tak cuma dimiliki mereka yang punya banyak uang, karena kami ingin inovasi teknologi dinikmati semua orang," ia menuturkan.

"CEO kami selalu percaya bahwa pada akhirnya produk berkualitas yang akan menang," ia menambahkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemampuan selfie belum begitu baik

Meski demikian, Redmi Note 4 dan Redmi 4x bisa dibilang sangat standar dari segi kamera selfie. Keduanya hanya bermodalkan kamera depan 5 megapiksel dengan fitur Beautify untuk mempercantik hasil selfie.

Kualitas sensor demikian bisa dibilang sudah mulai jarang ditemukan saat ini. Pasalnya, selfie dianggap sebagai kegiatan yang mengakar dalam masyarakat modern sehingga kameranya harus apik.

Beberapa vendor bahkan sudah mulai menyematkan kemampuan selfie lebar dengan lensa wide-angle. Baru-baru ini LG bahkan memboyong fitur premium itu ke ponsel Rp 2,7 jutaan, yakni K10.

Menurut Dolovan, Xiaomi juga selalu mengantisipasi berbagai pengembangan teknologi, termasuk wide-lense dan dual-camera. Namun, ia tak ingin suatu produk hanya bagus di satu fitur saja.

"Kamera bukan cuma soal besaran megapiksel. Lagipula, kami tak mau fokus untuk membaguskan satu fitur saja. Kami ingin bagus di segala aspek. Sejauh ini kami masih sangat percaya diri dengan prinsip dan strategi kami," ia menjelaskan.

Baca: Dijual Rp 2,1 Juta, Ini Spesifikasi Lengkap Xiaomi Redmi 4X



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X