Populasi Monyet "Selfie" Hampir Punah Disantap Manusia

Kompas.com - 05/04/2017, 20:02 WIB
Spesies monyet selfie semakin sedikit populasinya karena dimakan manusia. MashableSpesies monyet selfie semakin sedikit populasinya karena dimakan manusia.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Tahun 2011 lalu, monyet jambul hitam menjadi "bintang" internet. Semua ini gara-gara monyet bernama "Naruto" di Sulawesi Utara yang membidik foto selfie dirinya.

Foto itu kemudian viral dan menjadi obrolan segar para netizen yang belakangan menamai monyet jambul hitam sebagai "monyet selfie" atau "selfie monkey".

Sekitar enam tahun berlalu, spesies "monyet selfie" kembali menjadi perhatian publik. Kali ini memprihatinkan, karena jumlah spesies mereka dilaporkan menurun drastis.

"Monyet jambul hitam menghadapi kepunahan karena penyusutan habitat," kata aktivis lingkungan di Sulawesi Utara, Yunita Siwi, sebagaimana dilaporkan Seeker dan dihimpun KompasTekno, Rabu (5/4/2017).

Saat ini ada sekitar 2.000 monyet jambul hitam bermukim di area seluas 8.800 hektar di Gunung Tangkoko, Sulawesi Utara. Mereka berada dalam perlindungan pemerintah, karena wilayah tersebut adalah area reservasi untuk pelestarian.

Namun, diestimasikan sekitar 3.000 monyet jambul hitam yang tersebar di dataran Sulawesi Utara lainnya berada dalam bahaya. Mereka diburu oleh manusia untuk disantap.

"Saya suka rasa dagingnya, empuk dan gurih, hampir mirip dengan babi liar dan anjing," kata seorang warga lokal.

Para aktivis lingkungang hidup di Sulawesi Utara membuat gerakan yang dinamai "Selamatkan Yaki". Yaki sendiri adalah julukan dari warga setempat untuk monyet jambul hitam.

Para anggota Selamatkan Yaki sudah mensosialisasikan pada warga bahwa monyet jambul hitam harus dilindungi karena segera punah. Namun upaya itu kurang mendapat respons positif.

Monyet jambul hitam sudah terlanjur menjadi salah satu santapan kesukaan warga. Jika sudah begini, kepunahan monyet selfie yang menggemaskan itu diprediksi tak akan lama lagi.

Dalam empat dekade saja, populasi monyet jambul hitam sudah berkurang lebih dari 80 persen. Saat ini yang tersisa tak sampai 20 persen.

Bukan tak mungkin 2.000 monyet jambul hitam di Gunung Tongkokan nantinya akan jadi makhluk terakhir dari spesies mereka.

Baca: Di Negara Mana Paling Banyak Terjadi Selfie Berujung Maut?



Sumber seeker

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X