Kompas.com - 13/04/2017, 12:03 WIB
Arloji pintar Huawei Watch 2 HuaweiArloji pintar Huawei Watch 2
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Smartwatch alias arloji pintar adalah salah satu jenis wearable device yang banyak dikembangkan vendor gadget. Tapi tak semua orang merasa butuh atau mengerti kegunaannya, bahkan seorang petinggi perusahaan teknologi sekalipun.

Seperti misalnya CEO Huawei Eric Xu yang pekan ini berbicara di panggung acara Huawei Analyst Summit 2017 di Shenzhen, China. Dia mengutarakan pendapat pribadinya saat menjawab pertanyaan analis soal masa depan perangkat wearable.

“Saya tak pernah optimis mengenai pasar (wearable) ini. Saya pun tak pernah mengerti kenapa kita perlu mengenakan smartwatch sementara semua yang kita butuhkan sudah ada di ponsel,” kata Xu jujur.

Padahal, Huawei diketahui mengembangkan lini produk arloji pintar. Model teranyarnya, Huawei Watch 2, baru saja diperkenalkan di ajang Mobile World Congress 2017 di Spanyol, Februari lalu. Jadilah Xu seolah menyerang produk bikinan perusahaannya sendiri.

“Saat tim smartwatch di Huawei mempresentasikan ide mereka ke saya dengan antusias, saya selalu mengingatkan mereka agar mencari kebutuhan yang riil (atas produk tersebut) di pasaran,” tambahnya lagi, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Kamis (13/4/2017).

Kata-kata Xu mungkin ada benarnya. Akhir tahun lalu, sebuah studi berjudul 2016 Personal Technologies Study dari lembaga riset pasar Gartner mengungkapkan bahwa pasaran wearable device mengalami kendala berupa tingginya angka dropout atau konsumen yang berhenti menggunakan perangkat bersangkutan.

Sebabnya, sebagian konsumen tak merasakan manfaat dari wearable device seperti arloji dan gelang pintar, atau merasa bosan dengan gadget tersebut.

Akan halnya Xu, dia merupakan eksekutif yang menjabat posisi CEO secara bergiliran dengan tiga rekannya saban enam bulan sekali. Kebijakan ini sengaja diterapkan Huawei utnuk menghadirkan beragam perspektif berbeda di pucuk pimpinan. Contoh perbedaan perspektif itu dengan gamblang diungkapkan oleh Xu dalam Huawei Analyst Summit 2017.

Baca: Petinggi Huawei Sebut RAM 6 GB di Smartphone Itu Mubazir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.