"Browser" Internet Chrome Bakal Dipasangi Pemblokir Iklan

Kompas.com - 21/04/2017, 08:16 WIB
Ilustrasi GeekInsider.comIlustrasi
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Google berencana memasang fitur ad-blocker atau pemblokir iklan dalam peramban Chrome versi desktop dan mobile. Pemblokiran tersebut nantinya bisa diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai kebutuhan pengguna.

Bedanya dengan pemblokir iklan lain, buatan Google ini hanya akan menghapus berbagai iklan yang tidak sesuai dengan definisi dari kelompok industri Coallition for Better Ads. Beberapa iklan bakal diblokir itu antara lain berupa iklan yang muncul fullscreen sebelum sebuah situs sepenuhnya terbuka.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Verge, Jumat (21/4/2017), saat ini masih belum jelas bagaimana cara Google menerapkan pemblokir iklan buatannya. Kemungkinan ada dua pilihan yang sedang dipertimbangkan.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, pilihan pertama adalah memukul rata pemblokiran iklan. Artinya, saat ada satu iklan yang melanggar ketentuan, maka seluruh iklan di sebuah situs akan diblokir tanpa pandang bulu.

Cara demikian diperkirakan bakal mempengaruhi pemilik situs sehingga lebih memperhatikan  iklan yang dipasang dan menyesuaikannya dengan standar industri.

Sedangkan pilihan kedua adalah pemblokiran dengan cara tebang pilih. Artinya, Google hanya akan memblokir iklan yang melanggar ketentuan saja dan membiarkan iklan lain di sebuah situs bebas terbuka.

Meski menurut bocoran sudah ada dua pertimbangan itu, sampai sekarang masih belum jelas mana yang jadi pilihan Google. Raksasa internet tersebut juga bungkam dan tak mengeluarkan komentar sama sekali mengenai rencananya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekadar diketahui, pembuatan alat pemblokir iklan sebenarnya tampak bertentangan dengan Google. Pasalnya Google sendiri mengandalkan bisnis internet yang bergantung pada iklan.

Namun belakangan ini Google mulai tertarik untuk membuat sesuatu yang bisa mencegah pengguna memakai alat pemblokir iklan buatan perusahaan lain. Pasalnya, alat pemblokir seperti itu tidak bisa dikendalikan Google.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.