Era Digital, Mending Putus Cinta Ketimbang "Smartphone" Hilang

Kompas.com - 24/04/2017, 09:00 WIB
Ilustrasi smartphone ShutterstockIlustrasi smartphone
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Era digital menciptakan banyak solusi dan kemudahan bagi kehidupan manusia sehari-hari. Meski demikian, ada pula hal-hal buruk dan menyedihkan yang baru timbul di zaman modern ini.

Misalnya saja, ilustrasi kesedihan zaman dulu hanya berkutat pada insiden kehilangan orang yang dicintai, kecelakaan, atau jatuh sakit. Kini, sumber kesedihan bertambah, contohnya kehilangan smartphone atau terhapusnya data-data di perangkat elektronik tanpa ada back-up.

Perusahaan keamanan cyber, Kapersky Lab, merilis laporan penelitian soal skenario yang membuat masyarakat modern tertekan saat ini. Hasilnya, kehilangan smartphone dan foto-foto digital lebih dianggap menyedihkan ketimbang putus cinta. (Baca: Kaspersky Tuding Microsoft Hapus Antivirus Lain di Windows 10)

Penelitian ini menggunakan metode survei secara online yang disebar ke 17 negara, termasuk salah satunya Indonesia. Ada 16.000-an responden berusia di atas 16 tahun dengan proporsi seimbang antara lelaki dan perempuan.

"Studi menunjukkan bahwa masyarakat modern menilai perangkat elektronik dan foto di dalamnya lebih berharga ketimbang pasangan, teman, atau hewan peliharaan," begitu tertera pada laporan penelitian, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (24/4/2017).

Berikut 10 besar insiden secara berurutan yang membuat masyarakat modern saat ini sedih.

1. Anggota keluarga sakit atau meninggal dunia.
2. Perangkat elektronik (smartphone, tablet, komputer) hilang atau dicuri.
3. Foto digital yang tak di-back-up hilang.
4. Putus cinta.
5. Akun media sosial di-hack.
6. Kehilangan kontak di smartphone yang tak di-back-up.
7. Bertengkar dengan teman, pasangan, atau anggota keluarga.
8. Kecelakaan mobil.
9. Hari yang buruk di tempat kerja.
10. Hewan peliharaan sakit atau meninggal dunia.

Lebih rinci, foto-foto digital yang dianggap paling berharga secara berurutan adalah foto dan video diri sendiri (49 persen), foto dan video anak-anak mereka (39 persen), foto dan video pasangan serta keluarga (39 persen), serta foto traveling (23 persen).

Posisi foto digital bahkan lebih penting ketimbang data semacam hasil scan paspor, SIM, asuransi, dan dokumen personal lainnya. Ketika kehilangan smartphone, cuma 22 persen dari responden yang khawatir dengan dokumen-dokumen itu.

Bahkan, cuma 21 persen yang cemas kehilangan data finansial dan detail pembayaran mereka yang tertera di smartphone. Hal-hal lain yang dikhawatirkan hilang bersamaan dengan smartphone adalah dokumen berkaitan dengan pekerjaan (12 persen), e-mail personal (10 persen), SMS (9 persen), dan e-mail pekerjaan (8 persen).

Kontradiktif

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X