Kompas.com - 25/04/2017, 19:31 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Media sosial profesional LinkedIn diam-diam terus bertumbuh untuk urusan pengguna. Baru-baru ini, diketahui jumlah pengguna layanan LinkedIn telah mencapai 500 juta orang.

Dibanding media sosial lain, seperti Facebook atau Twitter, LinkedIn memang paling jarang terdengar. Tapi tak disangka, pemakainya kini sudah mencakup sekitar tujuh persen populasi dunia.

Sebelumnya, pada Oktober 2015 silam, LinkedIn melaporkan bahwa jumlah penggunanya telah mencapai 400 juta orang. Lalu dalam rentang waktu 9 bulan berikutnya jumlah pengguna itu bertambah lagi menjadi 450 juta orang.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Mashable, Selasa (25/4/2017), penambahan jumlah pengguna tersebut mengindikasikan bahwa LinkedIn memiliki nilai rata-rata pertumbuhan yang konsisten. Jumlah 500 juta juga menandai betapa media sosial ini masih masuk dalam kategori raksasa.

Walau demikian pun situasinya tak seluruhnya positif bagi LinkedIn. Media sosial profesional tersebut selama ini menghadapi masalah berupa jumlah pengguna aktif bulanan yang stagnan.

Sekarang, pengguna premium (berbayar) di LinkedIn terlihat terus naik. Tapi basis pengguna aktif bulanannya stagnan di sekitar 25 persen dari total pengguna premium tersebut. Situasi ini sudah terjadi lebih dari setahun.

Penambahan jumlah pengguna premium tentu akan membantu menaikkan jumlah pengguna aktif LinkedIn. Namun ada masalah lain, yakni adanya sebagian besar pengguna yang hanya sesekali membuka akun LinkedIn mereka. Bahkan ada saja yang membuka secara tidak sengaja atau mengecek notifikasi.

Di sisi lain, bagi pengguna yang aktif, LinkedIn merupakan ladang yang penuh dengan lowongan kerja. Total ada sekitar 10 juta lowongan pekerjaan dari 9 juta perusahaan yang beredar di media sosial profesional itu.

Baca: Microsoft Rampungkan Akuisisi LinkedIn

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Mashable

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.