Pesawat Jet Penumpang Buatan China Dapat Izin Terbang Perdana

Kompas.com - 30/04/2017, 13:15 WIB
Pesawat COMAC C919 buatan China saat di-roll-out pada Maret 2016 lalu. Airways MagazinePesawat COMAC C919 buatan China saat di-roll-out pada Maret 2016 lalu.
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Pesawat jet penumpang C919 yang merupakan pesawat jet penumpang (jetliner) besar pertama buatan China (dirakit oleh Comercial Aircraft Corporation of China/ COMAC), telah mengantungi izin terbang perdana.

Dikutip KompasTekno dari Airways Magazine, Minggu (30/4/2017), Comac C919 mendapatkan izin terbang perdana pada 22 April 2017 lalu. Izin tersebut berlaku hingga 31 Mei 2017. Rencananya, penerbangan perdana akan dilakukan pada bulan Mei 2017.

Izin penerbangan perdana didapat dari otoritas penerbangan di China setelah C919 berhasil menjalani uji high-speed taxiing.

Uji high-speed taxiing adalah menjalankan pesawat di runway dengan kecepatan tinggi, namun tidak sampai tinggal landas. Roda depan C919 hanya terangkat sesaat, kemudian kembali diturunkan.

Pengujian dilakukan di bandara Shanghai Pudong International Airport, dimana fasilitas produksi dan perakitan COMAC didirikan.

Pengujian telah dilakukan sejak Desember 2016 lalu, melewati 14 sesi dan menghabiskan waktu pengujian total 35 jam. Semua pengujian darat (ground test) sebelumnya dinyatakan berhasil.

"Hingga saat ini, semua pengujian yang dibutuhkan untuk penerbangan perdana sukses dilakukan," ujar Wu Guanghui, Chief Designer COMAC C919.

Pesaing B737 dan A320

C919 adalah jet penumpang pertama buatan China yang dirancang agar bisa menyaingi duopoli Boeing dan Airbus dengan B737 dan A320-nya.

COMAC COMAC C919 buatan China diharapkan jadi pesaing pesawat jet penumpang single-aisle populer saat ini, seperti Boeing 737 dan Airbus A320.
Pesawat narrowbody ini dirancang bisa mengangkut 158 hingga 174 penumpang, dengan dua mesin yang dipasok oleh pabrikan CFM dengan seri mesin LEAP -1C.

C919 pertama kali dikenalkan pada 2008 lalu, dan roll-out pertama dari pabrik pada November 2015. Penerbangan perdananya semula dijadwalkan pada Juni 2014, dan pengiriman pertama kepada launch customer-nya, Chengdu Airlines pada 2016. Namun setelah menjumpai berbagai kendala, jadwal tersebut akhirnya molor.

Saat ini, COMAC telah mengantungi 570 firm order dan komitmen pesanan untuk C919 dari 23 klien. Sebagian besar klien adalah maskapai China yang didukung oleh pemerintah.

COMAC menargetkan pada 2030 nanti, C919 mampu memenuhi sepertiga kebutuhan pesawat lorong tunggal (single aisle) d China dan menjadi pabrikan pesawat nomor lima di dunia.

Baca: Turbulensi Pesawat Etihad Begitu Hebat, Mengapa Bisa Terjadi?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X