Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bos Google Umbar Rencana Cari Duit dari Maps

Kompas.com - 30/04/2017, 16:22 WIB
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Google Maps merupakan salah satu aplikasi paling progresif saat ini. Kehadirannya bisa dibilang merevolusi kehidupan manusia modern, terutama untuk mencari rute perjalanan paling efektif.

Menurut CEO Google, Sundar Pichai, pertumbuhan pengguna Maps meningkat secara konsisten dan signifikan dari tahun ke tahun. Di sisi lain, Pichai mengakui Maps adalah layanan yang paling sulit dimonetisasi.

Meski demikian bukan berarti Google tak menyiapkan strategi untuk menjadikan Maps sebagai salah satu kontributor utama ke pundi-pundi kasnya.

"Kami mengambil pandangan jangka panjang untuk Maps," ujar Pichai, sebagaimana dilaporkan BusinessInsider dan dihimpun KompasTekno, Minggu (30/4/2017).

Lantas, bagaimana sebenarnya proyeksi Google untuk model bisnis Maps? Pichai tak serta-merta memberikan penjabaran yang eksplisit. Ia hanya mengindikasikan bahwa Google telah melakukan beberapa langkah maju secara bertahap.

"Beberapa bulan terakhir ada beberapa perubahan di Maps. Jika Anda membuka Maps, kami mulai memaparkan informasi yang lebih komprehensif tentang tempat untuk makan dan mencari hiburan lain," ia menjelaskan.

"Jadi, itu adalah permulaan untuk mendapatkan respons positif dari masyarakan, dan menurut saya akan memberikan kesempatan untuk menambah nilai bagi kami dari waktu ke waktu," Pichai menambahkan.

Dari pernyataan tersebut, Pichai seakan mengatakan bahwa informasi tempat makan dan tempat hiburan bakal jadi "pintu" ke ladang penghasilan bagi Google. Dalam hal ini, Google tak ingin serta-merta membuat pengguna sadar bahwa telah dijejali iklan.

Lebih halus, Google berharap pengguna menemukan manfaat dari informasi yang diberikan. Ketika tujuan itu tercapai, di situlah iklan bisa dipasang dan mendatangkan duit.

Ada beberapa kemungkinan yang bakal dijadikan cara memonetisasi Maps. Pertama, Maps bisa saja menawarkan kupon makanan dari restoran yang menjadi rekanan, atau informasi berbentuk promosi yang dipasang sebagai iklan oleh restoran dan tempat hiburan lainnya.

Intinya, informasi yang ditawarkan Google dan dianggap bermanfaat bagi pengguna bisa dijadikan celah pemasukan. Terlebih Maps juga sedang gencar-gencarnya melibatkan pengguna untuk memberikan rekomendasi restoran dan tempat-tempat tertentu.

Komentar Pichai memberi sinyal bahwa Google sudah melihat potensi bisnis Maps. Hanya tinggal waktu saja yang menjawab kapan potensi itu benar-benar dimanfaatkan. Pichai masih enggan mengelaborasi lebih jauh soal potensi ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.