Facebook Rekrut 3.000 Orang Untuk Berantas Video Kekerasan

Kompas.com - 05/05/2017, 12:57 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Akhir-akhir ini sering muncul konten berbau kekerasan beredar di Facebook, terutama lewat fitur tayangan langsung Facebook Live. Mulai dari pemukulan, penembakkan, hingga pembunuhan dipertontonkan di depan mata ribuan pengguna.

Sebab itulah, pihak Facebook berencana merekrut 3.000 orang tambahan untuk membantu mengawasi aneka posting yang diunggah oleh miliaran penggunanya.

“Kalau ingin membangun komunitas yang aman, kami harus bertindak cepat,” tulis pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam sebuah posting yang diunggah pekan ini.

“Kami berupaya membuat video-video (berisi kekerasan) ini lebih mudah untuk dilaporkan supaya lebih cepat ditindak- entah untuk membantu orang yang butuh bantuan (misalnya hendak bunuh diri) atau menghapus posting yang bersangkutan,” imbuhnya.

Sebanyak 3.000 orang itu akan ditambahkan ke tim review Facebook yang sekarang sudah beranggotakan 4.500 orang. Tugas mereka mengawasi semua kontan yang beredar di jejaring sosial tersebut, bukan hanya video saja.

Para anggota tim review konten Facebook ini kebanyakan merupakan pekerja kontrak yang berlokasi di luar negeri, seperti India dan Filipina.  

Sebelumnya, Facebook dikritik karena lamban bereaksi dalam menanggapi konten-konten terlarang. Rekaman video berisi kekerasan bisa bertahan selama berjam-jam sebelum akhirnya dihapus.

Salah satu fitur Facebook yang menjadi sumber keprihatinan adalah Facebook Live. Sejak diluncurkan setahun lalu, sudah ada setidaknya 50 aksi kriminal atau insiden kekerasan yang ditayangkan secara langsung lewat Facebook Live, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Jumat (5/5/2017).

Di Indonesia, pada Maret lalu pernah pula terjadi kasus seorang pria menggantung diri dan menayangkan prosesnya secara live di Facebook. Pada April, kasus serupa terjadi pula di Thailand, melibatkan seorang ayah yang membunuh anaknya yang beru berusia 11 bulan sebelum bunuh diri.  

Baca: Facebook Butuh 2 Minggu Hapus Video Bunuh Diri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.