Kompas.com - 10/05/2017, 14:38 WIB
Model memamerkan Galaxy A 2017 SamsungModel memamerkan Galaxy A 2017
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - China merupakan pasar smartphone terbesar di dunia. Di sana para pemain lokal berjaya, sementara vendor smartphone asing kesulitan bersaing. Bahkan raksasa sebesar Samsung yang merupakan penguasa pasar smartphone nomor dua di dunia pun tak berkutik.

Pada kuartal pertama tahun lalu pangsa pasar Samsung di China masih 8,6 persen. Namun di kuartal pertama 2017 angkanya menurun jauh menjadi hanya 3,3 persen dengan pengapalan 3,5 juta unit, menurut laporan terbaru dari firma riset pasar Counterpoint Technology.

Dengan kata lain, dalam waktu satu tahun, pangsa pasar Samsung di China terpangkas lebih dari setengahnya (60 persen). Beberapa waktu sebelumnya, pada 2014, Samsung sempat menguasai 20 persen pasaran smartphone China.

Baca: Ini PR Vendor Smartphone China di Indonesia

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Model memamerkan Oppo F3 Plus dalam acara peluncuran di Jakarta, Kamis (23/3/2017).
Pabrikan elektronik Korea Selatan itu tergilas merek-merek lokal China, yakni Oppo, Vivo, dan Huawei. Antara kuartal pertama 2016 dan kuartal pertama 2017, Oppo mencatat kenaikan shipment sebesar 81 persen di China.

Sementara, Vivo dan Huawei masing-masing mencatat kenaikan angka pengapalan sebesar 60 persen dan 20 persen di periode yang sama, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Rabu (10/5/2017).

"Oppo dan Vivo adalah dua brand yang paling cepat tumbuh, diikuti Huawei. Mereka menguasai posisi tiga besar (di China) sengan selisih yang makin jauh dari Apple, Xiaomi, dan Samsung," ujar Neil Shah dari Counterpoint Technology.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS.com/Deliusno Vivo V5 Plus
Pengamat industri mengungkapkan bahwa smartphone bikinan vendor China bisa lebih laku di negeri sendiri lantaran harganya lebih terjangkau, menawarkan layanan aplikasi lokal yang lebih menyeluruh, dan memiliki jaringan distribusi lebih luas.

Oppo dan Vivo, misalnya, sukses mengincar pasaran ritel offline di daerah-daerah luar kota di China yang masyarakatnya masih belum terbiasa belanja online. Strategi ini berkebalikan dari Xiaomi yang mengandalkan jalur online dan masyarakat perkotaan.

Di China, smartphone Oppo kini bisa ditemukan di 240.000 toko ritel di seantero negeri. Jumlah toko yang menjual ponsel Vivo setidaknya setengah dari angka tersebut. Sementara, Xiaomi hanya memiliki beberapa ratus toko dan toko ritel Apple hanya berjumlah puluhan.

Baca: Apa Kesamaan Oppo, Vivo, dan OnePlus?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.