Sampai Kapan Jaringan 2G XL Dipertahankan?

Kompas.com - 10/05/2017, 19:25 WIB
Teknisi sedang melakukan perawatan BTS XL di Yogyakarta XL AxiataTeknisi sedang melakukan perawatan BTS XL di Yogyakarta
Penulis Deliusno
|
EditorReska K. Nistanto

DENPASAR, KOMPAS.com - Operator seluler XL Axiata mengatakan masih tetap mempertahankan layanan di jaringan 2G. Sampai kapan layanan 2G XL bakal dipertahankan?

Layanan berbasis voice dan SMS itu dikatakan Direktur/Chief Service Management Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya akan dihentikan setelah pelanggan layanan 2G sudah habis, atau diminta pemerintah.

Menurut Yessie, saat ini pengguna 2G di jaringan XL sudah sangat sedikit. Kebanyakan pengguna, yakni sekitar 65 persen, sudah beralih ke layanan data yang ada di 3G atau 4G.

"Pelanggan 2G sudah sedikit. Jumlahnya hanya menyentuh single digit atau di bawah 10 persen," kata Yessie di acara XL Axiata Media Gathering 2017 di Bali, Senin (8/5/2017).

Yessie memceritakan bahwa semua operator seluler di negara tetangga Singapura sudah mematikan jaringan 2G sejak 1 April lalu. Penghentian layanan tersebut "dipaksa" oleh pemerintah, frekuensi yang sudah kosong akan dilelang untuk dialihkan ke layanan 4G.

Baca: Operator Tri Matikan Jaringan 2G Tahun Ini

Negara-negara di Eropa pun dikatakan bakal mengambil langkah yang sama secepatnya.

Di masa yang akan datang, XL sendiri mengaku tidak akan memaksa untuk mematikan jaringan 2G.

"Kita maunya tanpa perlu push, secara natural pengguna pindah dari voice ke data (4G). Jaringan 2G XL akan tetap dipelihara hingga habis dengam sendirinya (pelanggan 2G)," tutur Yessie.

Selain itu, menurut Yessie, saat ini pihak pemerintah juga belum berindikasi untuk meminta operator mematikan jaringan itu.

Saat ini, pihak XL sendiri masih belum bisa mematikan jaringan 2G. Pasalnya, masih ada layanan kerja sama dengan beberapa vendor lain yang memanfaatkan jaringan tersebut. Salah satunya adalah meteran token milik PLN.

Namun, jika diminta untuk memilih, XL cenderung mematikan jaringan 2G miliknya. Pasalnya, jaringan itu ada di frekuensi rendah 900 MHz. Apabila dialihkan ke 4G, frekuensi itu dikatakan bisa lebih mudah untuk penetrasi ke dalam gedung.

Baca: Nonton YouTube Gratis Pakai XL Sambil Menunggu Sahur

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X