Kompas.com - 13/05/2017, 15:49 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorOik Yusuf

Di Inggris, 16 rumah sakit yang tergabung dalam jaringan National Health Service menjadi korban WannaCry. Ransomware itu mengganggu pelayanan kesehatan karena sistem-sistem komputer yang menyimpan rekam medis pasien jadi tidak bisa diakses.

Baca: "Malware" Menyandera Belasan Rumah Sakit, Minta Tebusan Bitcoin

WannaCry juga dilaporkan telah masuk ke Indonesia dan mulai menginfeksi sistem komputer di beberapa rumah sakit. “Memang dari statistik yang banyak jadi korban itu jasa layanan kesehatan,” kata Alfons.

Pantauan KompasTekno, di Twitter beredar foto komputer sistem antrian di salah satu rumah sakit di Jakarta tak bisa berfungsi karena terinfeksi WannaCry. Akibatnya, antrian pasien pun jadi macet karena tidak bisa mengambil nomor antrian.

Komputer rumah sakit di Indonesia yang menjadi korban hanya menampilkan prompt (ransom note) di layar. Isinya memberitahukan bahwa komputer telah dikunci ransomware dan data di dalamnya hanya bisa diakses kembali kalau korban membayar uang tebusan yang diminta, sebanyak Rp 4 juta dalam bentuk Bitcoin.

Ransom note tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia karena WannaCry memang mampu menampilkan nota dalam lebih dari 25 bahasa, untuk keperluan menyasar korban di negara-negara berbeda.

Alfons mencatat bahwa sehari lalu WannaCry sempat terdeteksi di 108.786 alamat IP. Dengan kata lain, ada komputer sejumlah itu yang terinfeksi. Namun, belakangan angkanya menurun menjadi hanya 1.260 beberapa jam sebelum artikel ini dipublikasikan.

Menurut Alfons, penurunan angka infeksi tersebut karena WannaCry sekarang sudah menonaktifkan dirinya sendiri lewat killswitch yang dipasang si pembuat.

“Dengan non-aktif artinya WannaCry tidak mencari korban baru lagi,” ujar Alfons, sambil menambahkan bahwa komputer yang terlanjur terinteksi tetap tersandera dan tidak bisa mengakses data.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.