Rumah Sakit Indonesia Jadi Korban "Terorisme Cyber"

Kompas.com - 13/05/2017, 17:18 WIB
Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangarepan saat memberikan klarifikasi dalam konferensi pers di gedung Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (22/2/2017). Oik Yusuf/Kompas.comDirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangarepan saat memberikan klarifikasi dalam konferensi pers di gedung Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (22/2/2017).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorOik Yusuf

KOMPAS.com - Serangan ransomware WannaCry menyebar luas di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Program jahat itu bahkan tega-teganya menyandera sistem komputer sejumlah rumah sakit sehingga menyulitkan pelayanan medis untuk pasien.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangarepan pun berang dan menyebut serangan ransomware tersebut sebagai bentuk “terorisme cyber”.

“Ini ada fenomena baru, kami kategorikan cyber terrorism karena tidak pandang bulu. Baru sekarang ada rumah sakit diserang. Rumah sakit itu bagian dari fasilitas yang harus dilindungi,” ujar pria yang kerap disapa Semmy tersebut ketika dihubungi KompasTekno, Sabtu (13/5/2017).

Semmy menjelaskan dirinya baru saja selesai melakukan inspeksi ke sejumlah rumah sakit di Indonesia yang menjadi korban ransomware WannaCry. Dia menyebutkan rumah sakit-rumah sakit tersebut sudah terkena serangan sejak Jumat kemarin.

Pantauan KompasTekno, di Twiter memang ada keluhan dari pengunjung rumah sakit terkait mengenai sistem komputer antrian pasien yang mogok bekerja karena terifeksi ransomware. Akibatnya, pasien pun dibuat sulit mengantri.

Lebih lanjut, Semmy menjelaskan bahwa bukan hanya rumah sakit di Indonesia yang menjadi korban program jahat itu karena WannaCry telah menyebar ke hampir 100 negara di seluruh dunia.

Baca: "Malware" Menyandera Belasan Rumah Sakit, Minta Tebusan Bitcoin

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Inggris, setidaknya ada 16 rumah sakit dalam jaringan National Health Service (NHS) yang menjadi korban. Dokter-dokter di sana kesulitan mengakses rekam medis pasien karena komputernya dikunci.

Ratusan komputer terinfeksi

WannaCry sendiri sebenarnya menyebar secara acak dengan cepat dan meluas. Namun, sebagian korbannya kebetulan berasal dari kalangan rumah sakit yang alpa melakukan pencegahan seperi update sistem operasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.