Cegah Ransomware, Kemkominfo Imbau Masyarakat Bertindak Sehat di Internet

Kompas.com - 15/05/2017, 06:14 WIB
Tampilan sistem antrean pasien sebuah rumah sakit di Jakarta yang terjangkit malware Ransomware, Sabtu (13/5/2017). hand-outTampilan sistem antrean pasien sebuah rumah sakit di Jakarta yang terjangkit malware Ransomware, Sabtu (13/5/2017).
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Samuel Abrijani Pangerapan menyatakan penyebaran malware ransomware diakibatkan tak sehatnya perilaku masyarakat di dunia maya.

Hal itu, kata Samuel, terlihat dari acuhnya masyarakat untuk memperbarui perangkat lunak yang berfungsi sebagai pengaman. Ia juga melihat masih banyaknya masyarakat yang lalai mengganti sandi akunnya di dunia maya.

"Jadi yang namanya internet itu harus diperhatikan cyber security. Keamanan. Ini bisa dari perusahaan dan individu. Jadi kita punya barang ini jangan dianggap sebagai gadget. Ini bagian dari diri kita. Ini dunia kita, lho," ujar Samuel di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (14/5/2017).

"Kalau kamu memperlakukan ini sebagai bagian dari dirimu, berarti dengan penuh kesadaran. Kesadaran seperti kita mau makan. Kita mau makan kan cuci tangan, jadi higienitas dalam security harus diperhatikan," lanjut Samuel.

Ia juga meminta masyarakat tidak asal membuka laman yang berisi hal-hal yang tidak jelas di dunia maya agar terhindar dari malware.

Samuel menambahkan jika tak memiliki kesadaran untuk bertindak sehat dalam berselancar di dunia maya, ia meyakini akun media sosial dan e-mail yang dimiliki akan mudah diretas.

Baca: Intel AS di Balik Ransomware yang Menyerang Rumah Sakit Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlebih, bagi instansi besar, Samuel mengimbau agar memiliki back-up system yang kuat, khususnya bagi instansi yang bergerak dalam sektor pelayanan.

"Kan dia nyerangnya data kita. Data kita enggak bisa dipakai. Sekarang seberapa pentingnya data itu. Kalau itu datanya penting sekali ya parah. Enggak bisa ngelayanin. Makanya mereka kan diharapkan semua perusahaan mempunyai back-up system," lanjut Samuel.

Pesan yang disampaikan Samuel bertepatan dengan konferensi pers Kementerian Kominfo dalam menghadapi serangan malware ransomware. Serangan tersebut bermula dari RS Kanker Dharmais, Sabtu (13/5/2017) kemarin. (Baca: Rumah Sakit di Jakarta Disandera Ransomware, Minta Tebusan Rp 4 Juta)

Hal tersebut mengakibatkan terganggunya proses memasukan data pasien baru yang hendak berobat. Kegiatan medis sempat terhambat karena data pasien yang terekam di jaringan komputer rumah sakit tak bisa diakses.

Dikhawatirkan WannaCry akan semakin meluas hingga melumpuhkan kegiatan pada sektor lain. Pasalnya, virus ini menyerang secara acak, cepat, dan meluas.

Tak seperti ransomware lain yang kerap memanfaatkan phising e-mail, WannaCry akan menyebar otomatis ke komputer-komputer yang berada dalam satu jaringan.

Baca: Awas, Jangan Langsung Nyalakan Komputer Kantor Hari Senin Ini!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.