Kompas.com - 15/05/2017, 15:38 WIB
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Perseteruan mengenai masalah praktek lisensi yang dilakukan Qualcomm masih terus berlanjut. Kini masalah tersebut telah sampai pada tudingan mengenai monopoli bisnis chipset mobile.

Tudingan tersebut dilontarkan oleh Federal Trade Commision (FTC) sejak Januari lalu dan diajukan sebagai gugatan melalui Pengadilan Distrik San Jose, California.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Cnet, Senin (15/5/2017), FTC menuding Qualcomm bertindak curang dalam penerapan harga lisensinya.

Menurut FTC, Qualcomm telah memaksa Apple menandatangani kerja sama eksklusif terkait penggunaan chip buatan perusahaan prosesor itu.

Baca: Qualcomm Gugat Balik Apple

Selain itu, organisasi dagang Amerika Serikat tersebut juga mengungkap bahwa Qualcomm melakukan monopoli yang merusak persaingan dagang dan mematok biaya royalti yang terlalu mahal.

“Qualcomm memakai kekuatan monopolinya untuk membuat produsen perangkat genggam membayar royalti berlebih ketika membeli chip dari produsen lain,” terang FTC.

“Selanjutnya Qualcomm menghalangi kompetitornya dengan menolak memberikan lisensi yang dijanjikan berada dalam standar Fair, Reasonable, and Non-Discriminatory (FRAND). Mereka juga memblokir kompetitornya untuk menjual chipset kepada Apple,” imbuhnya.

Qualcomm Qualcomm Snapdragon 660 dan 630
Qualcomm membantah telah melakukan seluruh tudingan FTC tersebut dan pada April lalu mengajukan permintaan pembatalan gugatan kepada pengadilan.

“Gugatan terbaru yang diajukan FTC ke pengadilan tidak lantas membuat tudingan mereka pada Qualcomm menjadi benar. Tudingan merusak kompetisi dan gugatan melanggar aturan antimonopoli itu tidak sesuai,” demikian pernyataan Qualcomm.

Halaman:
Sumber CNET



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.