Apa Itu Bitcoin, Tebusan yang Diminta "Hacker" WannaCry?

Kompas.com - 16/05/2017, 18:11 WIB
Tampilan nota (ransom note) di layar komputer yang terinfeksi ransomware WannaCry. Data di komputer dikunci dengan enkripsi dan ransomware meminta tebusan senilai 300 dollar AS (Rp 4 juta) dalam bentuk Bitcoin. Alamat dompet digital untuk pengiriman Bitcoin ditampilkan dalam nota. Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII)Tampilan nota (ransom note) di layar komputer yang terinfeksi ransomware WannaCry. Data di komputer dikunci dengan enkripsi dan ransomware meminta tebusan senilai 300 dollar AS (Rp 4 juta) dalam bentuk Bitcoin. Alamat dompet digital untuk pengiriman Bitcoin ditampilkan dalam nota.
EditorReska K. Nistanto

Setiap transaksi di bitcoin akan diuji melalui sistem kriptografi yang tersebar di jaringan peer-to-peer. Diperkirakan, ada puluhan ribu sistem yang turut melakukan pengujian ini.

Bitcoin tidak bebas dari pencurian. Namun, setiap bitcoin yang dicuri akan tetap tercatat dalam sistem sehingga saat digunakan untuk bertransaksi pun, secara teori, akan selalu dilacak.

Sistem Bitcoin yang terdesentralisasi membuat banyak pihak menyebutnya sebagai internet untuk uang. Jika internet merevolusi cara komunikasi global, Bitcoin diyakini bisa mengubah cara dunia menggunakan uang.

Oleh karena itu, Bitcoin kerap digadang-gadang sebagai mata uang masa depan.

Tebusan untuk WannaCry

Seperti diketahui, virus WannaCry yang disebar hacker mengunci data dan sistem komputer dengan enkripsi, lalu meminta “tebusan” sebanyak 300 dollar AS (Rp 4 juta) dalam bentuk Bitcoin.

Tebusan Bitcoin senilai 300 dollar AS itu mesti dikirim ke alamat wallet Bitcon tertentu.
Apabila korban ingin menyelamatkan komputernya yang “disandera” virus WannaCry, maka tebusan bitcoin ini harus dikirim dalam waktu singkat.?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Anda hanya punya 3 hari untuk melakukan pembayaran. Setelah periode tersebut, bayarannya akan berlipat dua. Apabila tak membayar dalam 7 hari, data anda akan hilang selamanya,” tulis sang pembuat ransomware dalam pesan yang ditampilkan di layar komputer korban.

Adapun Bitcoin merupakan cryptocurrency alias uang digital yang bisa ditukarkan dengan uang asli. Transaksi Bitcoin tidak bisa dilacak sehingga populer di kalangan dunia hitam, termasuk pelaku serangan cyber. (Namira Daufina).

Baca: Panduan Lengkap Ransomware WannaCry yang Menggegerkan Dunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.