KOMPAS.com - Februari lalu, dalam sebuah penerbangan dari China ke Australia, seorang wanita mengalami luka bakar karena headphone Beats miliknya meledak saat sedang dikenakan.
Apple selaku pemilik Beats yang mengakuisisi perusahaan tersebut pada 2014 pun melakukan penyelidikan. Laporan investigasi Apple menyebutkan bahwa headphone meledak karena dipasangi baterai dari "pihak ketiga". Headphone yang bersangkutan diketahui menggunakan baterai AAA.
Yang sedikit membingungkan, semenjak diakusisi Apple, Beats tidak memproduksi headphone yang ditenagai baterai AAA. Jika headphone yang dipakai korban memang benar-benar bermerek Beats, bisa jadi itu merupakan produk lawas.
Di samping baterai yang dituding menjadi penyebab, masih belum jelas betul mengapa headphone bisa sampai meledak.
Kala itu, korban sedang menggunakan headphone untuk mendengarkan lagu. Dia berada dalam sebuah penerbangan dari Beijing, China menuju Melbourne Australia dan sedang tertidur ketika headphone Beats tersebut tiba-tiba meledak.
Para penumpang di sekeliling wanita tersebut terkejut ketika mendengar suara ledakan. Sedangkan wanita yang namanya tidak disebutkan itu mendadak terbangun dan merasakan ada sesuatu yang panas di wajahnya.
“Seiring saya menengok, saya merasakan ada sesuati yang terbakar di wajah,” ujar sang wanita sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Verge, Sabtu (20/5/2017).
Headphone yang meledak dan terbakar itu kemudian dilemparnya ke laintai pesawat. Kru penerbangan langsung bergerak cepat dan memadamkan apinya dengan siraman air.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.