Windows 7 Ternyata Paling Diincar "Ransomware" WannaCry

Kompas.com - 21/05/2017, 19:29 WIB
Tampilan wallpaper dari komputer Windows yang terjangkit ransomware WannaCry. hand-outTampilan wallpaper dari komputer Windows yang terjangkit ransomware WannaCry.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorOik Yusuf

KOMPAS.com - Sepekan lalu, serangan ransomware WannaCry membuat heboh masyarakat pengguna komputer di seluruh dunia. Program jahat pengunci data ini memakan lebih dari 200.000 korban di 150 negara, termasuk Indonesia.

Sebelumnya sempat dikabarkan bahwa sistem operasi lawas Windows XP rawan terkena serangan ransomware lantaran sudah tidak mendapat dukungan patch sekuriti dari Microsoft.

Namun, hasil riset terbaru dari firma keamanan Kaspersky Labs justru menunjukkan sebaliknya. Korban terbanyak serangan WannaCry bukan komputer yang menjalankan Windows XP, melainkan Windows 7.

Menurut data Kaspersky, sebanyak 97 persen korban WannaCry merupakan komputer yang menjalankan Windows 7. Versi yang paling banyak diserang WannaCry adalah Windows 7 x64 Edition, disusul secara berturut-turut oleh Windows 7 reguler, Windows 7 Home x64 Edition, dan Windows 7 Home Edition.

Kaspersky Data Kaspersky tentang versi Windows yang paling banyak menjadi korban serangan ransomware WannaCry

Sebaliknya, korban WannaCry yang menjalankan Windows XP terbilang tidak signifikan. Perlu ditambahkan bahwa angka tersebut hanya diperoleh dari komputer-komputer yang menjalankan software antivirus Kaspersky.

Meski demikian, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari ArsTechnica, Minggu (21/5/2017), firma keamanan lain seperti BitSight mengungkapkan temuan senada yang menyebutkan bahwa 67 persen korban WannaCry merupakan komputer berbasis Windows 7.

Menurut data Net Market Share, Windows 7 merupakan versi OS Windows yang paling banyak dipakai dengan pangsa pasar sebesar 48,5 persen di ranah sistem operasi desktop, per April 2017. Windows XP yang sudah berumur 16 tahun masih dijalankan oleh sekitar 7 persen pengguna komptuter,

Tak perlu phising

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

WannaCry merupakan program jahat kategori ransomware yang menginfeksi lalu mengunci data di komputer korban dengan teknik enkripsi yang sukar dipecahkan.

Sang ransomware kemudian meminta tebusan 300 dollar AS dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin kepada korban apabila menginginkan datanya selamat.

Pembuat WannaCry memanfaatkan exploit bernama "EternalBlue" yang dicuri dari dinas Intel Amerima Serikat, NSA, pada April lalu oleh kelompok hacker bernama Shadow Broker.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X