Live di Facebook, Zuckerberg Pamer Bekas Kamar Asrama di Harvard

Kompas.com - 24/05/2017, 10:00 WIB
Mark Zuckerberg di kantornya. Facebook.com/Mark ZuckerbergMark Zuckerberg di kantornya.
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Mark Zuckerberg bertandang ke kamar asramanya ketika masih kuliah di Universitas Harvard, sebelum drop out dan fokus mengembangkan Facebook. Ia mengabadikan kunjungannya melalui video Live di akun Facebook personalnya.

Zuckerberg ditemani sang istri, Priscilla Chan, saat menceritakan kenangan di kamar H-33, Kirkland House, Universitas Harvard, AS. Di kamar sepetak itulah ia pertama kali membuat coding thefacebook.com yang belakangan menjadi Facebook.

“Ini adalah kali pertama saya datang ke kamar ini setelah meninggalkan Harvard sekitar 14 tahun lalu,” kata dia, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari video Live-nya, Rabu (24/5/2017).

Baca: Video Reaksi Zuckerberg Kecil Saat Diterima Kuliah di Harvard

Zuckerberg memperlihatkan kursi dan meja di kamar asramanya itu. Ia mengatakan butuh waktu sekitar 2 minggu untuk melakukan coding versi awal Facebook di meja itu.

“Inilah tempat di mana (Facebook) terjadi,” ujarnya.


Mengenang momen bersama co-founder Facebook lain

Selanjutnya ia mengalihkan kamera ke arah kasur asrama yang ukurannya hanya pas untuk satu orang. Ia mengatakan kasur itu adalah tempat yang sering digunakan co-founder Facebook, Dustin Moskovitz, untuk bersama-sama dengannya mengurus versi awal Facebook.

Zuckerberg pun menjelaskan bahwa Dustin saat ini tak lagi menjadi bagian dari Facebook. Sejak 2008, Dustin memilih keluar dan mengembangkan perusahaannya sendiri bertajuk Asana. Pada 2011, Forbes menobatkan Dustin sebagai miliarder termuda sepanjang sejarah berkat saham 2,34 persen yang dimiliki di Facebook.

Selesai mengenang Dustin, Zuckerberg beralih ke sisi kasur lainnya. Sisi kasur itu adalah milik co-founder Facebook yang bernama Chris Hughes.

“Chris adalah orang yang sangat penting dalam mengomunikasikan Facebook. Bahkan saat ini masih banyak yang sulit menjelaskan soal social network, dan Chris melakukannya dengan sangat baik dulu,” ia menjelaskan.

Chris meninggalkan Facebook pada 2007 dan bergabung ke tim kampanye Barrack Obama kala itu. Ia lalu mendirikan organisasi non-profit bernama Jumo dan juga menjadi pemimpin redaksi The New Republic.

Chan mengingatkan para penonton video bahwa kala itu dirinya berusia 18 tahun dan Zuckerberg 19 tahun. Mereka sudah menjalin kasih sejak sama-sama berkuliah di Harvard.

Kunjungan Zuckerberg ke Harvard pun bukan tanpa alasan. Ia hendak menerima penghargaan kehormatan dari kampus bergengsi itu dan menyampaikan pidato ke mahasiswa angkatan 2017.

Meski Zuckerberg tak menjadi lulusan Harvard, ia menyimpan segala kenangan manis di “rumah” lamanya itu. Ia mengatakan Harvard adalah saksi bisu atas kejadian-kejadian penting dalam hidupnya.

“Ini adalah tempat di mana hal-hal spesial terjadi dalam hidup saya dan saya sangat bersyukur,” kata dia.

Video Zuckerberg dilihat lebih dari 3 juta kali. Anda bisa menengoknya di tautan ini.

Baca: Transformasi Zuckerberg, dari Bocah Awkward hingga Jadi Inspirasi



Sumber Facebook
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X