Uber Pecat Kepala Program Mobil Otonomos, Apa Alasannya?

Kompas.com - 31/05/2017, 19:15 WIB
Mobil tanpa sopir Ford Fusion yang mulai dioperasikan oleh Uber di Kota Pittsburgh, AS, Rabu (14/9/2016) UberMobil tanpa sopir Ford Fusion yang mulai dioperasikan oleh Uber di Kota Pittsburgh, AS, Rabu (14/9/2016)
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Uber tengah terlibat sengketa dengan Google di pengadilan terkait teknologi mobil otonomos. Raksasa internet itu menuding Uber memakai teknologi curian dari Google dalam mengembangkan mobil tanpa sopir.

Di tengah-tengah pusaran kasus tersebut ada Anthony Levandowski, Vice President Technology Uber, yang sekaligus menjadi kepala program mobil swa-kemudi perusahaan itu.

Levandowski lah yang dituding sebagai biang kerok masalah dengan mencuri serangkaian data rahasia terkait teknologi mobil swa-kemudi, semasa dia masih bekerja di Google sebelum bergabung dengan Uber.

Pekan ini, Uber mengumumkan telah memecat Levandowski setelah yang bersangkutan menolak perintah pengadilan untuk menyerahkan dokumen yang diduga hasil curian dari Google.  

“Uber telah meminta Anthony untuk bekerja sama dalam membantu pengadilan menemukan fakta dan membuktikan klaim kami,” ujar associate general counsel Uber, Angela Padilla, dalam e-mail pemberitahuan yang dikirimkan ke karyawan-karyawan Uber.

Tony Avelar/Associated Press CEO Uber Travis Kalanick (kiri) dan Vice President Technology Uber Anthony Levandowski yang diberhentikan terkait sengketa teknologi dengan Google.
“Kami menanggapi perintah pengadilan dengan sangat serius, jadi kami memutuskan untuk menghentikan pekerjaannya (Levandowski) di Uber,” lanjut Padilla, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The New York Times, Rabu (31/5/2017).

Berakhir dramatis

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karir Levandowski di Uber terbilang singkat dan dramatis. Sebelum bergabung dengan Uber, dia juga bekerja sebagai kepala proyek mobil swa-kemudi di Google. Saat inilah dia diduga mencuri properti intelektual Google berupa data terkait teknologi mobil tanpa sopir.

Levandowski dituding memakai software khusus yang memungkinkan dia mengunduh data sebesar 9,7 GB yang terdiri dari 14.000 file soal teknologi mobil swa-kemudi.

Dia kemudian keluar dari Google bersama sejumlah pegawai lain, lalu mendirikan perusahaan truk swa-kemudi bernama Otto. Uber mencaplok Otto hanya dalam waktu 6 bulan setelah pendirian startup tersebut.

Teknologi dan para engineer kendaraan swa-kemudi yang diperoleh dari Otto -termasuk Levandowski sendiri- kemudian diintegrasikan ke proyek serupa di Uber.

Tak lama kemudian, Waymo, perusahaan spin-off dari Google yang khusus menangani pengembangan teknologi swa-kemudi dan berada di bawah perusahaan induk Alphabet, mengajukan gugatan hukum atas Uber dengan tuduhan pencurian properti intelektual.

Baca: Google Minta Uber Hentikan Uji Mobil Tanpa Sopir



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X