Uber Rugi Rp 9,4 Triliun, Kepala Keuangan Hengkang

Kompas.com - 02/06/2017, 14:05 WIB
Taksi dengan tulisan Uber Taksi, Uber Apoteker, Uber dokter diparkir di luar Terminal Barat Bandara Orly di Orly, Paris selatan, 25 Juni 2015. Ratusan sopir taksi berunjuk rasa di Paris menentang keberadaan aplikasi layanan sewa mobil Uber. AFP PHOTO / THOMAS SAMSONTaksi dengan tulisan Uber Taksi, Uber Apoteker, Uber dokter diparkir di luar Terminal Barat Bandara Orly di Orly, Paris selatan, 25 Juni 2015. Ratusan sopir taksi berunjuk rasa di Paris menentang keberadaan aplikasi layanan sewa mobil Uber.
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Layanan ride-sharing Uber mengumumkan kerugian sebesar 708 juta dollar AS atau setara Rp 9,44 triliun pada kuartal pertama 2017. Angka itu belum termasuk kompensasi saham untuk pegawai dan hal-hal rinci lainnya.

Meski merugi, Uber sesumbar saat ini masih memiliki uang sebesar 7,2 miliar dollar AS atau Rp 96 triliun. Uber juga memiliki dana ekuitas dan pendanaan senilai 15 miliar dollar AS atau Rp 200 triliun.  

Lagipula, kerugian kuartal ini sejatinya lebih kecil ketimbang kerugian pada kuartal empat 2016 yang mencapai 991 juta dollar AS atau Rp 13,2 triliun, sebagaimana dilaporkan WSJ dan dihimpun KompasTekno, Jumat (2/6/2017).

Entah berhubungan atau tidak dengan kondisi keuangan perusahaan, yang jelas Head of Finance Uber, Gautam Gupta, mengumumkan pengunduran dirinya dari startup transportasi berbasis San Francisco itu. Pengumuman ini tak lama setelah Uber merilis laporan keuangan kuartal pertama 2017.

Uber Head of Finance Uber, Gautam Gupta.

Gupta akan efektif meninggalkan Uber per Juli 2017 mendatang. Ia selanjutnya pindah ke startup lain yang juga berdomisili di San Francisco, AS.

“Selama saya di sini (Uber), saya sangat terinspirasi dengan pengoperasian Uber yang sangat baik,” kata Gupta.

Diketahui, Gupta bergabung ke Uber sejak 2013 lalu sebagai Head of Financial. Bosnya kala itu adalah Brent Callinicos yang menjabat sebagai Chief of Finance.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Callinicos kemudian meninggalkan Uber pada 2015 lalu untuk bergabung ke startup transportasi bernama Hyperloop One. Jabatan Chief of Finance dikosongkan hingga sekarang.

Semestinya Gupta yang naik jabatan, namun toh tak terjadi. Hal ini disinyalir menjadi salah satu alasan Gupta hengkang dari Uber, selain dari alasan-alasan lain.

Belakangan ini masalah seakan menjadi teman baik Uber, mulai dari isu seksis, masalah hukum dengan Google, keterlibatan CEO Travis Kalanick dengan pemerintahan Trump, hingga utang ke rekanan sopir karena kesalahan penghitungan komisi.

Baca: Mantan Karyawan Uber Mengaku Dipecat setelah Laporkan Pelecehan Seksual

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.