Pemblokir Iklan di Chrome Beda dari Lainnya

Kompas.com - 02/06/2017, 16:38 WIB
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Aplikasi pemblokir iklan banyak tersedia untuk browser Google Chrome. Meski demikian, Google bakal memasang pemblokir iklan buatannya sendiri ke dalam Chrome.

Namun, pemblokir iklan di browser Chrome buatan Google bakal berbeda dari aplikasi pemblokir iklan lainnya. Pemblokir iklan yang dikembangkan Google bisa menyaring dan memblokir iklan-iklan tak relevan saat pengguna berselancar maya.

Hal ini bisa dilakukan Google berkat sebuah tool baru yang dinamai “The Ad Experience Report”. Tool itu bertugas memberikan skor pada iklan berbasis laporan masyarakat. Pengiklan pun bisa tahu apakah iklan mereka dianggap menyebalkan dan mengganggu oleh masyarakat.

Baca: Browser Internet Chrome Bakal Dipasangi Pemblokir Iklan

Inisiasi baru ini sudah menjadi buah bibir sejak April lalu, namun baru sekarang dikonfirmasi Google. Dampak dari “The Ad Experience Report” digadang-gadang bakal masif dan memengaruhi ekosistem iklan digital secara keseluruhan.

Pasalnya, Chrome adalah peramban paling populer di desktop dan mobile. Arus iklan di Chrome pun bisa menjadi indikator pertumbuhan iklan digital secara total.

Menanggapi hal ini, VP of Ads and Commerce Google, Sridhar Ramaswamy, mengatakan “The Ad Experience Report” menjadi jalan tengah atau win-win solution bagi masyarakat dan pengiklan.

“Kita semua tahu bahwa pengalaman iklan di internet adalah masalah nyata. Pengguna bisa dibuat bingung dan sebal,” kata dia, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (2/6/2017) dari Adage.

“Kami sadar solusi seperti ad-blocker seakan menghukum semua orang, termasuk penyedia konten keren yang sangat memikirkan pengalaman pengunjung ketika mematrikan iklan pada situsnya,” ia menambahkan.

Jadi, “The Ad Experience Tool” lebih pantas disebut sebagai alat penyaring iklan ketimbang alat pemblokir iklan. Gunanya adalah menghimpun suara masyarakat dan memblokir beberapa iklan yang dianggap menyebalkan.

Beberapa iklan yang paling banyak dibenci adalah yang berbentuk popups, yang serta-merta memutar otomatis video, atau yang memaksa pengguna menunggu hingga 10 detik sebelum mengakses konten tujuan mereka.

Google mengatakan “The Ad Experience Report” baru bisa dijajal pada awal 2018 mendatang. Kita tunggu saja.

Baca: Apple Izinkan Pemblokir Iklan di iPad dan iPhone

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber adage
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.