Cita-cita Leonika Sari “Reblood” Bukan Cuma Soal Donor Darah

Kompas.com - 06/06/2017, 19:08 WIB
Pendiri Reblood, Leonika Sari, saat ditemui di ajang Google I/O 2017, Mountain View, AS, beberapa saat lalu. Fatimah Kartini Bohang/Kompas.comPendiri Reblood, Leonika Sari, saat ditemui di ajang Google I/O 2017, Mountain View, AS, beberapa saat lalu.
|
EditorDeliusno

Tak berhenti di donor darah

Meski Reblood berangkat dari problematika donor darah, Leonika sejatinya punya cita-cita yang lebih besar. Ia ingin menjadikan Reblood sebagai ekosistem untuk membantu masyarakat mengimplementasikan gaya hidup sehat.

Ia mengatakan ada tiga penyakit yang diprediksi akan masif di tahun 2030.
Masing-masing adalah diabetes, penyakit pernapasan, dan kardioveskular yang merupakan penyempitan pembuluh darah.

“Semuanya adalah penyakit yang berasal dari gaya hidup tidak sehat,” ujar Leonika.

Artinya, solusi atas penyakit-penyakit mematikan itu cuma satu: mengimplementasikan gaya hidup sehat. Sayangnya, godaan untuk tidak berolahraga, makan tidak sehat, dan menjalani pola tidur tak teratur sangatlah kuat.

Leonika yakin teknologi bisa membantu masyarakat untuk menata kembali gaya hidup sehat dengan hal-hal sederhana. Ia berencana menyematkan machine learning dan artificial intelligence yang lebih kaya pada aplikasi Reblood.

Misalnya saja machine learning digunakan untuk memberikan referensi tantangan alias challenge bagi pengguna Reblood. Jika berhasil menuntaskan challenge itu, pengguna bakal dikasih poin yang bisa ditukarkan dengan reward tertentu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Machine learning bisa identifikasi dan analisis rekam jejak kesehatan pengguna. Kalau ada yang teridentifikasi punya tekanan darah kurang, challenge-nya disuruh jalan dengan jarak tertentu. Kami juga bisa kasih referensi untuk datang ke acara-acara fun-walk,” Leonika menjelaskan.

Oleh-oleh dari Google I/O 2017

Ia sangat antusias ketika menceritakan teknologi-teknologi baru di Google I/O 2017 yang sejalan dengan cita-citanya. Tahun ini Google memang fokus menggarap machine learning dan artificial intelligence yang diharapkan berguna bagi semua kalangan dan sektor, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga kesehatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X