Uber Pecat 20 Pegawai Pasca Investigasi Pelecehan Seksual

Kompas.com - 07/06/2017, 10:55 WIB
Taksi dengan tulisan Uber Taksi, Uber Apoteker, Uber dokter diparkir di luar Terminal Barat Bandara Orly di Orly, Paris selatan, 25 Juni 2015. Ratusan sopir taksi berunjuk rasa di Paris menentang keberadaan aplikasi layanan sewa mobil Uber. AFP PHOTO / THOMAS SAMSONTaksi dengan tulisan Uber Taksi, Uber Apoteker, Uber dokter diparkir di luar Terminal Barat Bandara Orly di Orly, Paris selatan, 25 Juni 2015. Ratusan sopir taksi berunjuk rasa di Paris menentang keberadaan aplikasi layanan sewa mobil Uber.
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Bertubi-tubi kabar tak sedap menerpa layanan ride-sharing Uber belakangan ini. Bermula dari isu pelecehan seksual, lantas berkembang ke laporan diskriminasi antar-pegawai hingga bullying.

Hal tersebut mendorong Uber melakukan investigasi di tubuh perusahaannya dengan bantuan firma hukum Perkins Coie. Investigasi dilakukan sekitar empat bulan.

Hasilnya, tak kurang dari 20 pegawai Uber dipecat karena dinilai berkontribusi terhadap kultur perusahaan yang tak sehat, sebagaimana dilaporkan BBC dan dihimpun KompasTekno, Rabu (7/6/2017).

Ada 215 laporan yang diterima secara keseluruhan, meliputi 54 laporan diskriminasi, 47 pelecehan seksual, 45 sikap tak profesional, 33 bullying, serta kekerasan-kekerasan dalam bentuk lain.

Baca: Eks Karyawati Uber Curhat Pelecehan Seksual yang Dialaminya

Selain pemecatan 20 pegawai, ada beberapa langkah lain yang dilakukan Uber untuk memperbaiki iklim kerja di perusahaannya. Antara lain, ada 31 pegawai yang diberi pelatihan khusus, 7 diberikan peringatan terakhir, serta 57 lainnya masih dalam proses pengkajian lebih lanjut.

Uber sepertinya serius ingin merevolusi budaya kerja di kantornya. Selain melakukan investigasi pegawai bersama Perkins Coie, Uber juga menggandeng Eric Holder yang tak lain adalah kuasa hukum mantan Presiden AS Barrack Obama.

Eric Holder bertugas menginvestigasi kultur perusahaan yang lebih luas. Tak melulu soal pegawai di kantor, tapi hingga ke rekanan sopir yang ada di lapangan.

Hasil investigasi Eric Holder disebut-sebut telah diketahui para petinggi Uber dan akan diumbar ke publik dalam waktu dekat. Bersamaan dengan ini, Uber juga mengumumkan kedatangan dua petinggi yang bakal bekerja mulai pekan ini.

Pertama adalah Frances Frei, yakni profesor Harvard Business School. Ia menjabat Senior Vice President untuk Leadership and Strategy. Kedua adalah Bozoma Saint John, yakni mantan eksekutif pemasaran di Apple. Ia akan menjabat Chief Brand Officer Uber.

Baca: Uber Rugi Rp 9,4 Triliun, Kepala Keuangan Hengkang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X