Rapat soal Seksis, Direksi Uber Malah Sebut Perempuan Bikin Berisik

Kompas.com - 14/06/2017, 16:22 WIB
Taksi dengan tulisan Uber Taksi, Uber Apoteker, Uber dokter diparkir di luar Terminal Barat Bandara Orly di Orly, Paris selatan, 25 Juni 2015. Ratusan sopir taksi berunjuk rasa di Paris menentang keberadaan aplikasi layanan sewa mobil Uber. AFP PHOTO / THOMAS SAMSONTaksi dengan tulisan Uber Taksi, Uber Apoteker, Uber dokter diparkir di luar Terminal Barat Bandara Orly di Orly, Paris selatan, 25 Juni 2015. Ratusan sopir taksi berunjuk rasa di Paris menentang keberadaan aplikasi layanan sewa mobil Uber.
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Uber tengah melakukan penyelidikan khusus untuk mengidentifikasi asal-usul iklim seksis di perusahaannya. Para direksi sesumbar akan segera menyelesaikan masalah ini, bahkan telah memecat 20 pegawai yang dianggap terlibat kasus seksis.

Namun, hal ironis terjadi saat rapat pembahasan seksis antar-direksi Uber pada Selasa kemarin waktu setempat atau Rabu (14/6/2017) dinihari tadi WIB.

Salah satu anggota direksi bernama David Bonderman melontarkan kalimat seksis ke sesama anggota bernama Arianna Huffington.

Hal ini ketahuan dari bocoran transkrip rapat yang diperoleh jurnalis Yahoo Finance. Di transkrip tersebut, Arianna Huffington mengatakan pentingnya ada lebih banyak perwakilan perempuan di tubuh direksi Uber.

“Ada satu perempuan di direksi, lebih mungkin untuk ada perempuan kedua,” kata Arianna Huffington, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TheVerge.

Lantas David Bonderman membalas dengan indikasi bahwa perempuan yang lebih banyak akan membuat direksi semakin berisik dan "banyak mulut".

“Sebenarnya, yang akan terlihat adalah lebih banyak bicara,” kata David Bonderman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perkataan David Bonderman dianggap tak sesuai dalam berbagai konteks, utamanya ketika sedang membahas permasalahan seksis dan diskriminasi terhadap pegawai perempuan. Para netizen di Twitter pun merespons ucapan David Bonderman dengan perkataan pedas.


Alhasil, David Bonderman meminta maaf kepada para pegawainya melalui Departemen Tenaga Kerja di Uber.

“Saya meminta maaf pada para anggota direksi atas komentar yang tak terhormat dalam diskusi hari ini,” kata dia di hari ia melontarkan kalimat seksis.

“Ini tak layak. Saya juga meminta maaf ke semua pegawai Uber yang merasa tersinggung. Saya sangat menyesal,” begitu tertulis dalam pernyataan resmi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Verge

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.