Selangkah Lagi, Foxconn Penuhi Keinginan Donald Trump?

Kompas.com - 16/06/2017, 14:01 WIB
Ilustrasi ZDNetIlustrasi
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Januari 2017 lalu, Foxconn mengatakan sedang mempertimbangkan opsi untuk memindahkan fasilitas produksi iPhone dari China ke Amerika Serikat. Menurut CEO dan Direktur Utama Foxconn, Terry Gou, fasilitas produksi yang bakal ditanam di Negeri Paman Sam adalah pabrik layar ponsel alias mobile display.

Lebih kurang enam bulan setelah omongan tersebut, itikad Foxconn untuk pindah ke AS semakin kencang terendus. Agaknya tinggal selangkah lagi Foxconn merambah ke AS, setidaknya begitu dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump, beberapa saat lalu saat berkunjung ke Milwaukee, Wisconsin, AS.

Trump mengindikasikan bahwa ada sebuah perusahaan yang sedang bernegosiasi dengan negara bagian Wisconsin untuk membangun pabrik. Trump belum menyebut secara gamblang bahwa perusahaan itu adalah Foxconn.

“Akan ada kejutan yang membahagiakan sebentar lagi,” ujarnya, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (16/6/2017), dari PhoneArena.

Setelah itu, Presiden Dewan Teknologi Wisconsin, Tom Still, terang-terangan menyebut nama Foxconn. Menurut dia, keterampilan dari tenaga kerja di Wisconsin barangkali menjadi pertimbangan Foxconn membangun pabrik di negara tersebut.

“Ini adalah pertanda baik bagi Wisconsin. Saya berasumsi Foxconn tertarik dengan talenta-talenta di sini dengan ekosistem yang mendukung,” kata Still.

Penuhi keinginan Donald Trump

Diketahui, pemindahan fasilitas produksi iPhone dari China yang dikomandoi Foxconn ke Amerika Serikat, merupakan cita-cita Trump sebagai presiden. Ia bahkan mengatakan pada CEO Apple, Tim Cook, bahwa pencapaian terbesarnya jika cita-cita itu terwujud.

Pasalnya, Trump ingin lebih banyak lapangan kerja di AS. Selain itu, Trump ingin Apple yang merupakan perusahaan AS memutar duit seutuhnya di negara basisnya.

Meski demikian, tantangan pembangunan fasilitas pabrik di AS adalah biaya operasional. Di China, upah buruh dan biaya operasional lainnya terhitung kecil dibandingkan dengan AS yang serba berstandar tinggi.

Jika biaya operasional pabrik dan produksi tinggi, harga ritel iPhone pun akan menjulang. Saat ini saja harga jual iPhone sudah dianggap premium, entah akan meningkat berapa besar kalau fasilitas produksi dipindah ke AS.

Foxconn sendiri telah menghitung kasar jumlah investasi yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas produksi di AS. Menurut rekanan perakitan produk Apple tersebut, dibutuhkan biaya 7 miliar dollar AS atau Rp 93 triliun. Nilai itu ditaksir mampu membuka 30.000 hingga 50.000 lapangan kerja baru di AS.

Baca: Trump Bakal Temui Bos Pabrikan China Perakit iPhone



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X